Brother Complex

Standard

wuji-minji copy

Brother Complex

.

17’s Lee Jihoon and OC’s Lee Minji

Family, Fluff | 15 | Ficlet

.

.

.

Tatkala Jihoon membuka kelopaknya pagi itu, ia langsung menemui rupa seorang gadis.

Terlelap di sampingnya, kedua tangan memeluk bantal erat-erat. Surainya yang sepanjang punggung sedikit berantakan, dan Jihoon mendapati gadis itu tengah menggumam tak jelas selagi ia sendiri terkekeh karenanya.

“Kak Jihoon….”

“Kamu kan lebih tua, Kak.”

Yang dikomentari hanya mengerucutkan bibir, masih dengan mata terpejam. Berlagak merajuk, meskipun Jihoon sebenarnya sudah kebal. Bagaimanapun juga, gadis yang diam-diam menyelusup naik ke kasurnya ini bukanlah anak kecil lagi. Ia lebih tua satu tahun dibanding Jihoon, tetapi—

“Tadi malam….”

“Kamu baca novel seram apa lagi, Kak Minji?”

“Kok kamu tahu?”

Jihoon hanya bisa berdecak, sementara Minji membiarkan sebelah kelopaknya terbuka untuk mengintip. Ini bukan kali pertama, dan bisa dibilang Jihoon sudah biasa dengan sikap sok kekanak-kanakan kakaknya itu. Bahkan, orang-orang pun lebih sering menganggap Jihoon sebagai kakak Minji. Kalau saja bukan karena akta lahir mereka yang mengatakan sebaliknya, mungkin Jihoon tak akan protes setiap kali Minji berpolah seperti anak bungsu di sini.

“Kak Minji….”

“Oke, oke, ini hanya novel detektif biasa. Puas, Lee Jihoon?”

“Novel detektif biasa,” ulang Jihoon datar, terselip nada sangsi di dalamnya. Mendudukkan diri, lelaki itu lantas mengulurkan tangannya untuk mengacak-acak surai kakaknya. Praktis membuat Minji langsung sepenuhnya sadar, bantal dilemparkan ke arah Jihoon yang lekas-lekas mengelak. Namun, tak butuh waktu sampai semenit, kekesalan Minji sudah lenyap begitu saja. Digantikan dengan cengiran lebar, selagi ia ikut-ikut duduk dan mulai berargumen.

“Memang novel detektif biasa,” sahut Minji, bahu dikedikkan. “Tapi adegan pembunuhannya terbayang di kepalaku dan terbawa mimpi, jadi….”

“Itu namanya tidak biasa, tahu,” protes Jihoon langsung, kepala digeleng-gelengkan. “Lagi pula, kenapa tidak tidur sama Kak Jina saja, sih?”

Hening sejenak, selagi Minji menelengkan kepalanya sedikit dan berpura-pura memikirkan saran itu. “Kamu tahu….”

Hm?

“Tidur dengan Kak Jina akan membuat mimpiku bertambah buruk, Jihoon-a.”

“Aku tidak tanggung jawab kalau Kak Jina sampai dengar.”

“Paling juga dia sudah berangkat kuliah,” timpal Minji santai, lantas bertukar cengiran penuh arti dengan Jihoon. Kegiatan bergosip-mengenai-anak-sulung-keluarga-Lee memang selalu mengasyikkan; dengan catatan yang bersangkutan sedang tidak hadir, tentu saja. Karena, kalau Lee Jina sampai tahu, laptop kesayangan Jihoon dan novel-novel favorit Minji mungkin sudah tidak akan selamat.

Tapi, untuk pagi ini, mereka aman.

Itu berarti, aman juga bagi Minji untuk….

“Nanti kutraktir makan siang, deh, Jihoonie,” bujuk Minji, tahu-tahu saja sudah melekatkan diri ke samping Jihoon. Memeluk lengannya erat, lantas memasang tampang sememelas mungkin. “Kamu mau apa?”

“Mandi.” Jihoon membalas singkat, lekas menjauhkan diri sambil mendorong kakaknya menjauh. “Mandi dulu sana, Kak. Masih bau, jadi jangan menempel-nempel—”

“Jadi kalau sudah mandi, aku boleh menempel-nempel, kan?” balas Minji cepat, jemari terulur untuk mencubit pipi Jihoon sebelum ia beranjak pergi. “Oke, sampai jumpa setengah jam lagi! Yeay, kencan tanpa Kak Jina!”

Memandangi kakak perempuannya yang tengah melangkah keluar, Jihoon hanya bisa menyimpan keheranannya dalam hati. Orang-orang mungkin memang akan menganggap hubungan mereka sedikit aneh, tetapi begitulah adanya di dalam rumah keluarga Lee. Jina, si sulung yang tegas tetapi selalu perhatian pada Jihoon; Minji, si anak tengah yang sering berpolah manja untuk menarik perhatian Jihoon. Namun, seunik apa pun itu, Jihoon tahu kalau kedua kakaknya menyayanginya.

Dan untuk hari ini….

“Jihoon-a, pakai kemeja yang kubelikan untuk ulang tahunmu, ya!”

well, menyenangkan hati Minji tidak ada salahnya, bukan?

.

.

.

Ssstt, jangan bilang-bilang Jina soal ini, ya!

.

fin.

Happy debut, Lee Minji, kakaknya Jihoon!

Sebenernya sih ada dua yang debut di sini, walau satunya baru sebut nama(?) Happy debut juga buat Kak Jina, aka OC barunya kak Riris! Semoga kita bisa akur (?) di keluarga baru ini ya! ❤

Advertisements

2 thoughts on “Brother Complex

  1. NGGA BISA BEGINII LEE MINJI……. NGGA BISA BEGINI……… DEK JIHUN ITU MILIK BERSAMA AAAAKKKKKKK XD
    Awas yaa kalian pulang kencan bakal kena hukuman /hmph/ *jina mode:on*
    Pokoknya lee jina juga mau debut sama dek jihun ahahahaha. Lee jina juga mau kencan sama dek jihuuuunnnn :3 /yaampun oc riris sama amer brocom sekali astagaaa/
    LEE MINJI, LEE JIHUN, CEPAT PULANG SEBELUM PROPERTI(?) KESAYANGAN KALIAN BERAKHIR DI LANTAI /KRIK/ XD

    Like

  2. UWA FICNYA ASLI BIKIN CENGAR CENGIR :v tapi agak jleb sebagai kakak yang berperilaku sebagai anak bungsu aku berpikir untuk menjadi kk sesungguhnya /what the maksud sin?/ ditunggu next2 jina minji jihun series suka family complex kek gini ^^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s