Insiden Piano Tiles

Standard

pianotiles

Insiden Piano Tiles

Min Yoongi x Park Minha

Fluff, slight!Friendship | G | Ficlet

.

.

.

5,982 tiles/s.

Park Minha tak bisa menahan dirinya untuk memasang cengiran lebar, tangan bergerak untuk men-screencaps nilai yang tampak di layar ponsel. Sudah seharian ini ia dan Lee Yein saling beradu poin, manik tak lepas dari layar lantaran terlalu asyik bermain Piano Tiles. Permainan yang sesungguhnya hanya bermodalkan kecepatan jari dan ketelitian, sederhana namun sukses membuat keduanya ketagihan.

.

Lihat nilaiku, Lee Yein-ssi! Ha!

.

Diiringi kalimat itu, Minha lekas mengirimkan screencaps nilainya ke kontak chat Yein. Senang, karena sepengetahuannya tadi, gadis yang lebih tua itu baru saja berhasil menembus 5,000 tiles/s. Masih ada jarak yang cukup jauh di antara keduanya, dan Minha—walau ini kekanak-kanakan—bangga atas pencapaiannya itu.

“Sudah?”

Beralih dari layar ponselnya, Minha kini bertukar pandang dengan Yoongi yang tampak bosan. Ujung-ujung bibir berjungkit, seraya kepala diangguk-anggukkan dengan mantap. Menggemaskan sih, batin Yoongi berkata, tetapi mengingat ia sudah diabaikan selama hampir satu jam demi permainan macam itu….

“Sudah! Tunggu sebentar, ya, Yoongi!”

Mengacak-acak rambut Yoongi layaknya lelaki itu adalah anak kecil, Minha bergegas bangkit berdiri dari sofa dan melangkah ke kamarnya. Tinggalkan Yoongi sendirian, ekspresi berubah kesal karena diperlakukan seperti tadi. Well, tidak, Min Yoongi tidak cemburu kok, karena diduakan dengan game piano itu. Ia hanya—

Drrrt!!

.

Aku juga bisa mencapai poin sebanyak itu! Tunggu saja, Park Minha-ssi~

.

Menyipitkan mata, Yoongi tak bisa menahan rasa ingin tahunya untuk tidak meluap keluar. Ponsel Minha yang ditinggalkan di atas meja dalam keadaan tidak terkunci mengizinkan ia untuk melihat pesan masuk dari Lee Yein, yang agaknya belum menyerah untuk mengalahkan high score Minha. Memang, seasyik apa sih, permainan ini? Dan kenapa pula kedua gadis itu sampai bersikap terlalu kompetitif begini?

Katakanlah Min Yoongi penasaran.

Amat penasaran, sampai-sampai ia pun memutuskan untuk meraih ponsel Minha. Tangan bergerak cepat di atas layar untuk mencari aplikasi bertajuk Piano Tiles itu, selagi kening berkerut penuh konsentrasi. Oke, baiklah, sedikit mencoba tidak ada salahnya, bukan?

Lagi pula, ia hanya ingin tahu apa menariknya permainan ini.

.

-o-

.

“Boleh aku minta es krim?”

Yeah, tentu.” Yoongi mengiakan, jemari terulur untuk menunjuk sudut bibir Minha. “Hilangkan dulu sausnya, tapi.”

Kalimat itu lekas direspon oleh mimik wajah bengong dari sang gadis, selagi Yoongi terkekeh dan berjalan ke konter untuk memesan es krim. Mereka kini berada di salah satu restoran cepat saji, mengisi perut dengan burger dan kentang goreng sembari bertukar konversasi. Lupakan kompetisi kecil antara Park Minha dan Lee Yein sejenak, karena gadis itu sekarang tengah asyik menyeruput minumnya sembari menunggu Yoongi kembali dengan es krim di tangan.

Sampai ponselnya yang berada di saku celana bergetar, dan Minha pun bergegas meraihnya untuk melihat pesan dari Yein.

.

6,300 tiles/s?! Whoaa, kamu sudah gila, Park Minha!

.

Uh.

Tunggu sebentar.

Bohong kalau sepasang alis Minha kini tak berjungkit naik, pun dengan kebingungan yang tercetak jelas di wajahnya. Seingat gadis itu, tadi ia baru mencapai angka 5,900-an. Masih ada jarak yang cukup banyak, jadi apa maksud Yein, sih?

Bermaksud untuk mengetikkan balasan, Minha pun lekas-lekas menyapukan jemari di layar ponselnya. Ibu jari bergerak cepat di papan keyboard, namun belum sempat tangannya menekan tombol send, gambar itu sudah lebih dulu menarik perhatiannya.

Kalau tidak salah, tadi Minha memang sempat mengirimkan screencaps nilainya. Tetapi, gadis itu hanya mengirimkan satu gambar screencaps saja. Bukan dua, bukan seperti yang terpampang di layar saat ini. Karena, tepat di bawah gambar yang tadi dikirimkan Minha serta pesan balasan penuh semangat dari Yein, ada satu gambar lagi di sana. Sebuah screencaps yang memicu Yein untuk bereaksi seperti tadi, lantaran jumlah nilai yang tertera di sana adalah….

6,316 tiles/s.

Minha pun hanya bisa melongo.

Satu hal pasti, bukan ia yang bermain hingga mencapai angka sedemikian banyaknya. Ia bahkan belum membuka aplikasi game itu lagi, membiarkan ponselnya tergeletak di atas meja sementara ia bersiap-siap tadi. Tak ada seorang pun yang bisa menyentuh ponselnya, kecuali kalau….

“Ini es krimnya.”

“Min Yoongi.”

Hm?” Yoongi membalas dengan gumaman singkat, mendudukkan diri sembari mengulurkan satu cone es krim vanilla ke hadapan sang gadis. “Ada masalah? Atau kamu mau rasa lain—”

“Apa. Yang. Kamu. Lakukan. Dengan. Ponselku.”

“Eh—”

“Kamu mencoba bermain Piano Tiles, ‘kan?” potong Minha, sama sekali tidak teralihkan kendati ada es krim yang disodorkan tepat di bawah hidungnya. “Iya, ‘kan? Kamu memainkan game itu saat aku berganti baju tadi, dan kamu yang mengubah high score-ku.”

Yoongi hanya mengerjap. Mengeluarkan suara ‘oh‘ pelan, tanda bahwa ia paham. Lelaki itu masih diam tak berkutik, tak terpengaruh oleh tatap tajam Minha karena kalimat yang ia ucapkan berikutnya adalah, “Aku hanya ingin tahu apa asyiknya permainan itu. Ternyata, mendapat nilai setinggi itu tidak susah-susah amat.”

Detik berikutnya, Yoongi pun langsung menyesali kata-katanya. Netra mengamati Minha yang kini cemberut, fokus kembali diarahkan pada layar ponselnya. Gadis itu terlihat sebal, dan Yoongi baru sadar kalau….

“Padahal aku susah payah memainkan itu! Aku mau mencapai nilai tinggi dengan kemampuanku sendiri, tahu! Kamu memang jago bermain game, tapi….”

Ucapan Minha selanjutnya tak terdengar, karena sang gadis kini memilih mengerucutkan bibirnya dan mengabaikan Yoongi dengan sepenuh hati. Abaikan lelaki itu untuk kali kedua hari ini, seraya Yoongi hanya bisa menatap dua cone es krim di tangannya yang mulai leleh.

“Kalau es krim ini dua-duanya untukmu, apa aku dimaafkan?”

Minha meliriknya sadis.

Dan Yoongi hanya bisa memasang cengiran pasrah.

Ugh, semua ini gara-gara Piano Tiles sialan itu!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s