Give and Take

Standard

12191818_518113451684793_261883139475548461_n

Joshua Hong x Jung Mia

AU, Fluff, slight!College-life | Ficlet | 15

.

.

.

.

“Josh, kumohon?”

Joshua menarik napas dalam, jemari memainkan senar gitarnya seraya ia melirik Mia. Sejenak berpandangan, dan ia tahu kalau ia tak akan bisa menolak. Namun, mengingat mereka kini sedang duduk di kursi taman pada hari Minggu pagi—saat ketika banyak orang berlalu-lalang dan melakukan berbagai hal—lelaki itu tak bisa menahan dirinya untuk tak mengerutkan kening.

“Aku akan jadi tontonan,” desahnya pelan, kali ini berganti mengetuk-ngetuk badan gitarnya. “Harus, ya?”

“Ini hanya film pendek, Josh,” bujuk Mia lagi, kedua tangan sudah siap memegang handycam. “Kamu bahkan tidak perlu berakting, hanya memainkan satu lagu dan bernyanyi saja.”

“Tapi orang-orang….”

“Josh, please? You know how important this assignment for me, right?”

Mia kini menelengkan kepalanya, menatap Joshua lekat-lekat tanpa berkedip. Seakan dengan begitu Joshua akan bisa menurut dan mulai memetik gitarnya, memainkan sebuah lagu sementara Mia merekamnya. Oh, sang gadis memang memiliki tugas untuk membuat film pendek; dan seperti kata Mia tadi, Joshua tahu betapa pentingnya tugas ini. Terlebih, Mia memang bercita-cita untuk dapat membuat film suatu hari nanti. Namun….

Okay then.

Okay?”

“Tapi kamu harus menuruti permintaanku,” balas Joshua cepat, tanpa sadar mulai memainkan chord-chord awal dari lagu favoritnya. Seulas senyum tersungging di wajah, sementara Mia mengerutkan kening dan menunggu. “Give and take?”

“Apa maumu?”

“Aku lapar, jadi buatkan aku sesuatu setelah ini.”

“Josh, kamu tahu kalau aku—“

Ramyeon dan telur saja, tidak susah, ‘kan?” tambah Joshua cepat, paham kalau Mia memang tidak terlalu ahli dalam urusan dapur. “Deal?”

Satu kedikan bahu, namun Joshua bisa melihat bahwa Mia mulai menyalakan handycam-nya dan membiarkan lampu merah yang ada berkedip. Lamat-lamat mengarahkan fokusnya ke arah sang lelaki, ujung bibir yang berjungkit adalah tanda bahwa ia setuju—walau tanpa kata.

“Siap?”

Joshua mengangguk. Menegakkan diri, membenarkan posisi gitar di pangkuannya. Sebuah lagu sudah terputar di dalam benak, siap untuk dipertunjukkan ketika ide itu tiba-tiba melintas.

“Eh, Mia?”

“Ya?”

Dan tanpa melisankan permintaan keduanya, Joshua pun lekas mencondongkan tubuh mendekat. Mendaratkan satu kecupan di pipi Mia, kemudian menarik diri dengan kekeh tawa mengikuti. Sang gadis terlihat kaget, fokus kameranya berubah, tapi Joshua hanya membalas semua itu dengan alunan nada-nada yang terdengar santai dan sebuah pembenaran singkat.

Give and take, remember?”

 .

fin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s