[Ficlet] Second Place

Standard

10

 

Second Place

BTS’ Suga

Ficlet | AU, Romance, Life, slight!Family | G

.

“Nomor dua? Tidak buruk juga.”

.

.

.

Sebut saja ia ambisius, tetapi menurut Min Yoongi, tidak ada yang mustahil di dunia ini.

Meraih tempat pertama itu bukan suatu hal yang tidak mungkin. Selama ia berusaha, ia pasti bisa melakukannya. Yang perlu ia lakukan hanyalah terus bekerja keras, tidak menyerah kendati ada rintangan yang menghadang. Yoongi percaya itu, percaya bahwa usaha tidak akan pernah mengkhianatinya.

Namun, mungkin Yoongi harus bersiap untuk meralat ucapannya itu kini.

Pasalnya, sudah beberapa bulan terakhir ini ia merasa kalau ia tidak akan mungkin mencapai posisi pertama yang ia idam-idamkan itu. Hambatan yang ia temui terlampau besar, tidak mungkin untuk diterobos atauu dipatahkan walaupun ia sudah berjuang mati-matian sekalipun. Oh, apa mungkin memang ialah yang sudah enggan berjuang?

Aneh memang, tetapi itulah yang saat ini sedang terjadi.

Ia hanya bisa diam, mengulum senyum saat gadisnya melepaskan tautan tangan mereka dan beralih menggenggam tangan lelaki lain erat-erat. Di lain waktu, ia pun hanya bisa duduk menyaksikan, memandangi sang gadis memeluk lelaki pesaingnya erat-erat seraya menumpahkan kesedihan di sana. Oh, bukan berarti ia tidak menawarkan pundaknya! Yoongi sudah berkata kalau ia siap mendengarkan, namun gadisnyalah yang memilih untuk bercerita pada lelaki itu.

Dan apa yang bisa ia lakukan?

Tidak ada.

Yoongi hanya bungkam, selalu menutup mulutnya rapat-rapat sembari menghela napas panjang. Lega karena gadisnya itu memiliki tempat bersandar yang jauh lebih baik dibandingkan dirinya, senang lantaran ia tahu kalau gadis itu tak akan pernah sendiri. Well, ia tahu kalau ia sedang dinomorduakan. Ia paham benar kalau ia tak akan pernah bisa menduduki posisi pertama di hati gadisnya. Tetapi, anehnya, ia sama sekali tak berkeberatan.

Ia tak cemburu.

Ia tak lantas marah-marah dan berusaha untuk merebut atensi gadis itu.

Ia—untuk yang kesekian kalinya—hanya bisa duduk di sudut studionya seraya mengamati punggung sang gadis yang beranjak pergi dengan tergesa. Katanya, lelaki itu sakit. Sebuah kabar yang cukup untuk membuat gadisnya lekas menanamkan kecupan singkat di pipi Yoongi sebelum pergi di tengah acara kencan mereka. Kecewa, sih. Tapi, memang Yoongi bisa bagaimana lagi?

.

.

“Kau sungguh tidak apa, ditinggal Minha begitu saja?”

“Hm.” Yoongi hanya mengedikkan bahu, memutuskan untuk merebahkan diri pada sofa panjang di studio sembari memejamkan mata. “Sudah biasa, kok. Lagi pula—”

“Tidakkah kau merasa kalau mereka itu…” Namjoon menelengkan kepala, berusaha mencari kata yang tepat. “…terlalu dekat untuk ukuran kakak-adik? Aku dan Jinhee saja tidak sampai begitu.”

Mendengarnya, Yoongi hanya bisa menggariskan senyum. Ia tahu itu. Ia tahu bagaimana orang-orang selalu berkata bahwa Minha dan Jimin itu terlampau dekat untuk ukuran kakak-adik, bagaimana mereka terkadang beranggapan bahwa sepasang saudara kembar itu mungkin memiliki rasa yang lebih terhadap satu sama lain. Namun, Yoongi tahu itu tidak benar. Sejak dulu, ia paham kalau Jimin memang kelewat protektif; sedangkan Minha sendiri terlampau menyayangi kakaknya lebih dari ia menyayangi lelaki mana pun.

“Kau tidak tahu cerita mereka, Namjoon.” Yoongi menjawab, memutar tubuhnya untuk membelakangi sang kawan. Memorinya terlempar pada satu kejadian di masa lalu, saat Minha dan Jimin masih kanak-kanak. Dulu, mereka bertetangga. Dan Yoongi ingat persis bagaimana sepasang saudara itu selalu bersama, sibuk mencari cara untuk mewarnai masa kecil mereka dengan kenangan bahagia lantaran orang tua mereka terlalu sibuk untuk peduli.

“Tetap saja—“

“Tidak, aku tidak cemburu,” potong Yoongi cepat, mempertegas rasa yakin yang sudah lama ia genggam. “Sejak awal, aku sudah tahu kalau aku tidak bisa menjadi yang pertama. Dan aku tidak keberatan dinomorduakan.”

Namjoon tak menjawab, hanya mengerutkan kening sebagai jawaban. Agaknya, ia mulai kehabisan kata-kata untuk berdebat. Yang tersisa di benaknya kini hanyalah satu kuriositas, satu tanya yang ia ingin dengar jawabannya dari mulut sang sahabat.

“Kenapa?”

.

.

“Karena jika aku menjadi yang nomor satu di hatinya, ia tidak akan bahagia,” jawab Yoongi tanpa ragu, seakan ia sudah menyiapkan jawaban itu sejak lama. “Lagi pula, menjadi nomor dua tidak selamanya buruk, ‘kan? Asal dia bahagia, itu cukup bagiku.”

.

.

.

fin.

word-vomit, unbetaed, and yeah…. kayaknya tulisan saya kentara banget kalo lagi curhat :”

Advertisements

7 thoughts on “[Ficlet] Second Place

    • well, coba baca dulu lagi, dicermati, then you will understand ^^ (atau kalo masih belum, baca deh ff jimin x minha x yoongi yang lain)
      iya dinomorduakan, tapi dinomorduakan karena jimin itu kakaknya minha begitulah. dimana-mana, nomer satunya keluarga dulu kan bukan pacar wkwk

      makasih udah baca ^^

      Like

  1. yaampun, kirain minha nya beneran selingkuh(???) ternyata jimin lagi jimin lagi :”))

    Btw kak marisa, udah nggak jadi author di btsfanficitionindonesia lagi ya? Atau emang cuma freelance sih disana? Udah jarang nemu ffnya kak mar sih disana :”))

    Like

  2. masa sih?!?!?!?! Nggak salah orang koookk.
    Mungkin aku baca-bacain ff Minha x Jimin x Yoongi dari IKF kali ya .-. Entahlah. Lupa(?). Pantes aja kok nggak pernah liat ff kak marisa lagi disana. Mungkin aku salah tempat/?

    Like

    • haha iya mungkin kamu bacain ff minha x jimin x yoongi di ifk soalnya emang aku post di sana semua sihh

      anyway just drop a visit at IFK if you want to found my fic hehe
      thanks for reading ^^

      Like

  3. EAAA MIN YOON GI

    Baru nemu nih ada laki-laki yang siap dinomorduakan (uhuk). Warbyasa kak amer :’ tapi lagian jimin minha gandeng-gandengannya begitu sih kasian mas suga sampe galau. Btw kak, parah parah, aku malah fokus di Jimin-Minha ya Ampun dhil pls itu saudara. Abis I kinda have a thing with twin’s relationship yaknow~ Heu kakakakakakakaka ini bagusss~ Aku kangen tulisan kak Amer[] semoga fic ini bisa menyembuhkan sakitku~

    bubaayyy

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s