[U-SERIES] #2: BIGGER

Standard

U-SERIES2

U-SERIES

a movie-series by tsukiyamarisa

starring [VIXX] Ravi (Kim Wonshik) and a girl duration 4 ficlets genre Life, Romance, Sad rating 15

based on Primary (ft. Kwon Jina, Rap Monster) – U. All lyrics in this fiction belong to Rap Monster’s rap part.

.

-o-

.

verse 2 of 4: BIGGER

.

When I lay down with loneliness, my bed keeps getting bigger

No matter how much I roll around, it’s lonely

.

.

.

Salah satu kesalahan Wonshik adalah membiarkan hubungan mereka tak pernah terungkap ke permukaan.

Atau mungkin, bisa dibilang itulah kesalahan terbesarnya.

Sepanjang hampir enam bulan lamanya mereka bersama, Wonshik lebih sering menghabiskan waktunya dengan gadis itu di dalam kamar apartemen ini. Entah itu untuk menonton film, menghabiskan sepanci ramyeon seraya mengobrol, atau mengucapkan angan demi angan mereka yang tak akan pernah tergapai. Yang pasti, Wonshik tahu persis bahwa tak seharusnya ia melanggar batasan yang telah ia tetapkan sendiri.

Walau pada akhirnya, tetap saja semua usahanya itu sia-sia.

Wonshik tak pernah mengira jikalau malam itu akan menjadi malam terakhir mereka bersama. Sang gadis berbaring di sisinya, memandang langit-langit kamar Wonshik dengan tatapan kosong seraya berkemam, “Mungkin seharusnya aku minta putus saja.”

“Darinya?” Wonshik balas bergumam, memiringkan tubuhnya untuk menatap rupa si gadis lekat-lekat. Mereka bertukar tatap selama sepersekian detik, sebelum akhirnya helaan napas dalam pun terdengar disusul anggukan kepala sang gadis.

“Tapi, aku akan membuat ayahku kecewa. Ayah masih berharap agar kami menikah tahun depan—aku dan Mark.”

Wonshik menelan saliva, tanpa ragu bertanya, “Kamu mencintainya?”

“Dia mencintaiku,” jawab gadis itu lugas, perlahan beringsut mendekati Wonshik dan memeluk lelaki itu erat. Menyembunyikan air matanya yang turun menghiasi pipi, selagi ia menambahkan, “Namun, aku mencintaimu.”

Kala itu, Wonshik tak mengiakan, tak pula membantah. Ia hanya berbaring dalam sunyi, membiarkan tubuhnya menghangat lantaran dekapan gadisnya begitu erat. Ada yang menghalangi lidahnya untuk bergerak menyusun kata, sebuah perasaan yang belakangan Wonshik namai sebagai ironi. Lagi pula, jawaban macam apa yang bisa Wonshik berikan? Ia tahu persis kalau dirinya tak layak mengumbar janji manis, mengingat bagaimana posisinya saat ini.

Seorang pengkhianat, atas sebuah hubungan yang telah lebih dulu ada.

Iya, itulah embel-embel yang melekat di belakang namanya saat ini. Tidak indah didengar, tetapi tidak pula lekas ia tanggalkan. Sebuah keputusan lain yang akhir-akhir ini ia sesali, mengingat buah dari perbuatannya itu masih terasa pahit kala dikecap.

Lamat-lamat, Wonshik membiarkan dirinya berguling pelan di atas kasur. Membiarkan kekosongan datang mengisi, selagi rasa dingin menelusup perlahan. Tidak ada orang yang suka merasa kesepian, dan Wonshik pun bukanlah sebuah pengecualian. Kesepian membuat kasur yang ia tiduri ini terasa lebih besar. Kesepian membuat otaknya berkelana membayangkan yang tidak-tidak. Dan kesepian…

…membuat rasa bersalahnya tumbuh semakin besar dan menjadi-jadi.

.

.

-o-

.

.

verse 2 of 4~ yang belum baca seri 1, bisa klik langsung di link di atas ya ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s