[Ficlet] Handsome Guy

Standard

wpid-1411480165982a short movie by tsukiyamarisa

starring [BTS] J-Hope (Jung Hoseok) and [OC] Kim Jinhee subcast [BTS] Rap Monster (Kim Namjoon) duration Ficlet (900+ wc) genre Fluff? rating G

.

.

Sejak kapan Jung Hoseok menjadi setampan ini?!

.

.

Jinhee tidak melebih-lebihkan tatkala ia menyatakan bahwa dirinya tersedak es limun siang tadi; suatu kejadian yang lantas diikuti adegan terbatuk-batuk, ponsel nyaris terlempar dari tangan, serta tatap mata Namjoon yang penuh akan tanda tanya.

“Kamu kenapa, sih?

Kakak lelaki Jinhee itu lantas mengangkat sebelah alisnya, makin keheranan ketika Jinhee mulai memandangi layar ponselnya dengan intensitas berlebih. Manik gadis itu membulat lebar, tangannya mencubiti pipi tanpa henti selagi bibirnya mengumpat pelan.

“Kim Jinhee—”

“Oh, damn! Damn, Jung freaking Hoseok! I hate you!”

Watch your language, Jinhee.” Namjoon menegurnya pelan, yang langsung dibalas dengan delikan kesal. Bukannya bungkam, gadis itu malah mendaratkan tendangan pada tulang kering kakaknya, melempar ponsel mungil yang tak bersalah itu ke atas sofa, lantas memekik frustasi:

“Sejak kapan Hoseok jadi tampan begini, hah?!”

.

.

Jinhee sudah bilang bahwa ia tidak melebih-lebihkan, kan?

Well, kali ini, ia juga tidak sedang bersikap hiperbolis. Ia sama sekali tak punya niatan untuk membiarkan kekaguman tersirat jelas di mimik wajahnya, pun mengizinkan kepalanya terangguk bagai boneka yang tak memiliki daya. Namun, apa boleh buat. Pengakuan itu muncul tanpa bisa dicegah, tepat saat Hoseok datang menjemputnya dengan ekspresi puas terpampang di muka. Kekasihnya yang satu itu memang kelewat suka bercanda, tetapi kali ini Jinhee menganggap bahwa keusilan Hoseok sudah melampaui batas.

Maksudnya… siapa sih yang mengizinkan pria itu untuk berdandan rapi dan menawan begini?

“Bagaimana? Lebih tampan dari foto yang kukirim ke ponselmu tadi, kan?”

Jinhee hanya bisa bungkam, tidak mengiakan pertanyaan Hoseok kendati hatinya berteriak ‘iya’. Ia hanya mengamati lelaki itu dari atas hingga bawah, membandingkannya dengan penampilan Hoseok yang biasa.

Karena—Jinhee berani bersumpah—seorang Jung Hoseok tidak seharusnya terlihat setampan ini. Jinhee sudah biasa melihatnya dengan pakaian asal-asalan: kaos yang kusut, celana yang robek di sana-sini atau kadang terlampau pendek, serta topi atau beanie yang setia menempel di kepala. Tidak jarang juga gadis itu mengomentari gaya atau tatanan rambut Hoseok, mengatainya aneh atau tidak cocok hingga pria itu kebal mendengarnya.

Yang jelas, Jung Hoseok yang Jinhee tahu bukanlah tipe pria yang akan mengenakan perpaduan kemeja putih dan jas hitam semi-formal seperti ini, pun mau repot-repot menata rambutnya hingga sedemikian rupa. Gaya lelaki itu berkebalikan seratus delapan puluh derajat dibandingkan biasanya, dan walau sedikit enggan, Jinhee harus mengakui bahwa kekasihnya itu ternyata… tampan.

Aw, apa Nona Kim Jinhee ini terpesona padaku hingga tidak bisa berbicara?”

Jinhee mendengus, memukul bahu Hoseok pelan selagi lelaki itu terkekeh puas.

“Terserah kamu saja.”

“Aku menghabiskan berjam-jam untuk berpenampilan rapi seperti ini dan hanya itu komentarmu?” Hoseok lekas memasang ekspresi terluka sambil merangkul Jinhee dan menariknya mendekat. “Atau jangan-jangan kamu sudah menyimpan fotoku tadi dan menjadikannya wallpaper ponsel?”

“Jangan bercanda,” decak Jinhee, tak paham dengan kadar kepercayaan diri Hoseok yang berlebih. “Tapi, serius, untuk apa sih kamu berdandan rapi hari ini dan memintaku memakai baju pesta?”

.

.

Hening selama beberapa jenak sebelum Hoseok menjawab:

“Kamu sungguh mau tahu?”

.

.

Jinhee memutar bola mata, membiarkan maniknya menangkap kilat penuh arti di iris Hoseok.

“Jangan main-main dan cepat beritahu aku.”

.

.

“Kamu yakin?”

“Jung Hoseok….”

.

.

Hoseok tergelak, menepuk kepala Jinhee pelan dan menggumamkan soal betapa tidak sabarnya sang gadis. Detik berikutnya, ia sudah memajukan wajah; membiarkan jarak tak lebih dari tiga inci terbentang di antara mereka; menghadirkan semu merah tak diundang di pipi Jinhee. Suara rendahnya saat membisikkan sebaris jawaban juga tidak membantu, terlebih karena Hoseok baru saja berkata:

.

.

“Aku mau melamarmu malam ini, bagaimana?”

.

.

Deg!

“Apa? J-jangan bercan—“

“Aku tidak bercanda, Sayang. Kalau aku bilang aku mau melamarmu, bagaimana?”

.

.

Jinhee mendongak perlahan, tanpa sadar meremas ujung dress-nya sembari menggigiti bibir. Irisnya bersirobok dengan tatap mata Hoseok yang terlihat serius, kali ini tanpa disertai oleh cengiran konyol atau ejekan mengesalkan. Hoseok hanya terdiam menunggu, sesekali menjungkitkan ujung-ujung bibirnya sedikit selagi Jinhee masih terdiam dalam gugu. Keadaan itu terus berjalan selama beberapa menit lamanya, hingga Jinhee pun akhirnya memutuskan untuk—sekali lagi—mengklarifikasi ucapan Hoseok tadi dan—

.

.

.

.

“Hoseok-a, kamu seri—“

.

.

.

.

“HAHAHAHAHAHAHA, KAMU PERCAYA? KAMU SUNGGUH—”

DUAGH!!!

“OUCH!!”

.

.

Jinhee menyilangkan kedua lengannya, kesal sekaligus puas melihat Hoseok yang kini sedang mengelus-elus puncak kepalanya akibat terhantam tas tangan sang gadis. Lelaki itu terlihat kesakitan—sudut matanya bahkan sampai berair—tetapi Jinhee tak terlalu ambil pusing. Dia kira candaannya tadi lucu atau bagaimana?! Demi Tuhan, jantung Jinhee bahkan sempat berhenti berdegup saking kagetnya ia tadi!

.

.

“Baik, baik. Sebenarnya aku hanya mau memintamu menemaniku ke pesta pernikahan saudaraku, sih. Tak kusangka ternyata kamu benar-benar berharap agar aku melamar—”

“Mau kutendang lagi?

Err—tidak. Aku minta maaf?”

Jinhee menghela napas panjang, melihat Hoseok yang kini sudah memasang ekspresi memelas dan menangkupkan kedua tangannya di depan dada. Ia masih sedikit sebal sebenarnya, tetapi ia tahu bahwa Hoseok pasti akan terus merecoki hingga Jinhee mau memaafkannya. Maka, tak mau ambil repot, Jinhee pun mengangguk kecil dan membiarkan Hoseok bersorak gembira.

Yeay!” Kedua tangan Hoseok spontan terulur ke depan. “Kamu memang yang terbaik, Sa—“

“Tidak usah peluk-peluk!”

.

.

“Tapi, Jinhee-ya…

“Apa lagi?” sambar Jinhee sedikit galak, curiga akan cengiran lebar yang sudah kembali memunculkan diri di wajah Hoseok. Sungguh, ia tak percaya bahwa ia baru saja memuji pria di sampingnya ini dan menambahkan embel-embel tampan ke belakang namanya.

“Kalau begitu….” Hoseok kembali memajukan diri, membuat Jinhee—yang baru sedetik lalu memutuskan bahwa Jung Hoseok dan kata tampan tak seharusnya disandingkan—kembali bungkam.

“A-apa?”

.

.

“Kalau aku melamarmu—well, katakan saja—dua atau tiga tahun lagi, bagaimana? Kamu mau?”

“Jung Hoseok.”

“Kali ini aku serius.”

.

.

Dan Jinhee pun kembali menyegel bibirnya rapat-rapat, memilih untuk memalingkan muka karena—oh, for God’s sake—pipinya kini merona terlampau merah selagi benaknya menyetujui permintaan Hoseok tersebut.

.

.

Lagi pula, siapa juga yang mau menolak lelaki tampan sepertinya, sih?

 fin.

Hello!!

Hahay, agaknya aku nggak jadi beneran menghilang nih, mungkin sih besok aja pertengahan Oktober pas UTS (dan paling cuma seminggu juga) XD

Anyway, fic lain yang ditulis sambil marah-marah (?) kayak waktu nulis punya Jimin yang Stop Acting! karena………………………….

…………………………PLIS ITU JEHOP FOTONYA GANTENG GITU HAH AKU KAN KESEL JADINYA BIAS LIST DIOBRAK-ABRIK 😦

yha begitulah intinya, pokoknya jangan bosen liat saya, apalagi kalo ada foto ngeselin lagi, mungkin bakal ada ff baru lagi x)

see ya! ^ ^

p.s. review pleaseeee? 

Advertisements

6 thoughts on “[Ficlet] Handsome Guy

  1. /udah slese baca
    /balik ke atas lagi
    /mantengin covernya
    /balik ke komen boks
    /balik ke atas lagi
    /labil sendiri

    HOSOK PLIS DO NOT ITU TAMPAN BANGET TAPI DARI DULU MAH DIA TAMPAN.

    Iya banget dia itu suka ngubrak ngabrik pangkat bias. Dan secara sok nggak berdosanya, dia pose tampan dengan rambut super dan muka yang saking tampannya minta di tampol. Ok brb ke korea nampol dia.

    Tapi, di luar kemampuan hosok buat ngacauin bias list, FIC INI DIRI AKU SEKALI KAMER:””””””””””D Pertama liat hosok emg kaya “biasa aja.” DAN STELAH LIAT NI MORE DREAM ITU DIA BIKIN MIMISAN BANGET TAMPANGNYA:””””””””””) /itu bukan ingus tapi darah

    Ini harus di like sama dipantengin covernya. Sama harus jaga jaga kalo ntar malem gabisa tidur kebayang muka dia terus:””( Makasi hosoknya kamer~
    Zyan

    Like

    • HAH HOSEOK EMANG TAMPAN SEKALI DI SITU DAN SIALNYA AKU BARU MENYADARI KETAMPANAN DIA SEKARANG GITU T_T

      ((nampol hoseok rame rame))

      hihi iya sama-samaaaa, hoseoknya disimpen aja tuh, suruh tanggung jawab kalo kamu ga bisa tidur nanti hihi xD

      Anyway, makasih banyak ya Zyan! 😀

      Like

  2. Hahaha …
    Aku belom kenalan ama BTS gimana dong? jadi rada blah-bloh mau ngasih komen apa sama fotonya .. secakep-cakepnya orang ketika belom kenal-kenal banget nggak bisa segila orang yang udah kenal sama dia … #apasih?

    yang pasti aku suka ceritanya ..

    and i like the way you writing ..

    Like

  3. Eoh,jehope emang ganteng bingits sie apalagi senyum lebarnya itu khas bgt mnrt.q,, but for Bts biasq nmr 1 udh ditempati sama dek jungkook,,/peluk kookie/

    annyeong, reader baru, fafa imnida. trdampar dsni ceritanya, hahay.

    Ff.nya bikin geregetan bacanya, pengen aq lempar sepatu tu si jehope mainin perasaan jinhee,

    Like

  4. Mer ^^ Hehehehe aku dateng lagi ke sini XD

    Uuuuuhhhh itu hoseok ganteng ya di poto itu? Tapi…..KENAPA AKU LIATNYA CANTIK?? WAE INI TEH WAE?!
    Aku masih waras *iya atuh* tapi kalo liat hoseok tuh ‘ih ko cantik sih. ko manis gitu senyumnya.’ Kata tampannya sudah tennggelam di rawa rawa. Dan aku baru tau jinhee sifatnya kaya gini 😀

    Tapi ga selamanya juga sih jhope ini cantik kadang juga UWOW gitu gantengnya. Tapi (lagi) lebih sering liat dia cantik -.-

    Oke aku akan mengakhiri penjelajahannya di lapak jhope untuk hari ini. Kapan2 aku maen lagi ya? See ya ^^

    Like

  5. Hoseok memang tampan… Kapan sih ga ganteng manusia kuda kesayangan satu ini?? /plak
    Well, abis dibikin ngefly pengen geplak kuda satu ini yeth /hhmmph/ But, its okay, selama dia ganteng kadang ga tega buat geplak /pfft/

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s