[Pic-Fic] Don’t Need A Boyfriend

Standard

pic-fic-infinite-l

requested by litemints

Myungsoo, You | Ficlet | Family, Fluff

Untuk apa berpacaran kalau kau punya kakak sepertiku?

“Kau menangis?”

Aku terdiam, tak memedulikan pertanyaan bernada khawatir dari saudara lelakiku yang satu ini. Masih sambil menahan emosi yang memuncak dan membiarkan sebutir air lagi lolos dari pelupuk mata, kubenamkan wajahku pada tumpukan bantal, menolak untuk berkata-kata.

“Kau menangis.” Kali ini, ucapan Myungsoo berupa pernyataan, seolah hendak menegaskan kecurigaannya beberapa waktu yang lalu. Berikutnya, kudengar helaan napas lelah lelaki itu sementara ujung kasurku berderit pelan kala ia menjatuhkan berat tubuhnya di sana. “Kenapa?”

“Bukan urusanmu.”

“Itu urusanku,” bantah Myungsoo cepat sambil membalikkan badanku dengan paksa, lantas mengulurkan jemarinya untuk menghapus lelehan air mata yang menganak sungai di pipiku. “Ada yang mengganggumu di sekolah?”

“Kaupikir aku anak kecil?” bantahku sambil menepis tangan Myungsoo menjauh, lalu memasang ekspresi kesal. “Sudah kubilang ini bukan urusan—”

“Jangan bilang kau habis diputuskan. Sudah kubilang ‘kan, Nam Woohyun itu bukan lelaki baik-baik,” omelnya dengan ekspresi tidak suka, dengan seenaknya memotong ucapanku tanpa permisi.

“I… itu….” Terbata, aku berusaha menelan ludah dan memalingkan wajah, tak ingin menunjukkan air mataku lagi di hadapannya. Damn! Bagaimana bisa ia menebak dengan begitu tepatnya, huh?

“Aku benar, ‘kan?”

“Diam kau.”

Myungsoo terkekeh geli dan mulai mengacak-acak rambut di puncak kepalaku dengan gemas, membuatku lekas-lekas memasang ekspresi cemberut. Sialan. Jadi, sekarang ia menertawakan nasib burukku, ha?

“Jangan menangis. Kau terlihat jelek, tahu. Lagipula, untuk apa menangisi pria seperti Woohyun? Kan, ada oppa yang lebih tampan.”

“Percaya diri sekali,” gumamku sambil mengelap air mata, lalu mendelik ke arah Myungsoo. “Oppa tidak tam—”

Ucapanku itu terputus kala kakakku mencondongkan diri dan menatapku dengan pandangan tajamnya, membuatku—dengan sedikit enggan—terpaksa mengangguk pelan dan mengakui bahwa ia memang tampan. Oh well, kakak beda beberapa menit—alias saudara kembarku ini—memang tampan, malah bisa dibilang sudah menjadi idola para gadis di sekolah. Kendati begitu, ia masih tetap bertahan dengan status single-nya hingga sekarang, satu hal yang tak pernah sanggup kumengerti.

“Baiklah, kalau kau sudah selesai menangis,” ujar Myungsoo sambil mengacak rambutku dengan ekspresi geli, “mau keripik?”

“Eh?”

“Mau keripik? Atau cokelat? Atau mau jalan-jalan dan mencari hotteok?” tawar Myungsoo dengan ekspresi tak acuh, tangannya yang diulurkan ke arahku menggenggam sekantong keripik kentang yang sudah setengah habis. Spontan, aku pun menghapus bekas-bekas air mata yang masih tersisa dan terkekeh—setengah geli dan setengah terhibur melihat caranya meredakan rasa sedihku.

Oppa, bukan begitu caranya menghibur gadis yang sedang patah hati.”

Yeah, umm… kalau ada usul lain kau bisa—”

“Tapi, omong-omong,” potongku dengan suara keras, “ajakan mencari hotteok itu boleh juga. Oppa akan mentraktirku, ‘kan?”

Myungsoo sontak mendengus melihat perubahan sikapku, tapi toh dia pun bangkit berdiri dan lekas-lekas menggandengku, lantas menyeretku keluar dari rumah seraya memperingatkan, “Jangan habiskan uangku terlalu banyak, paham?”

***

“Bilang apa?”

Aku memamerkan cengiran lebar ke arah Myungsoo sembari menggoyangkan kantong plastik yang berisi hotteok, bungeoppang, dan tteokboki panas, semuanya pemberian dari oppa-ku yang baik hati ini (yah, memujinya sekali-kali kurasa tak akan membawa masalah).

“Terima kasih, Oppa tampan!” ucapku tulus sambil membiarkan lengannya merangkulku erat, membuat beberapa gadis yang kebetulan sedang melintas di jalanan menolehkan kepala mereka dan memasang tampang heran. Uh, tentu saja. Meskipun kembar, kami tak semirip itu. Orang-orang jauh lebih sering mengira kami sebagai sepasang kekasih daripada kakak-adik.

“Kenapa senyum-senyum sendiri, huh? Kau mengerikan.”

“Tidak, hanya saja…” Aku mengedikkan kepala ke beberapa gadis yang tengah memandangi Myungsoo, secara terang-terangan menunjukkan rasa tertarik mereka. “Kenapa Oppa belum punya pacar, hm? Tidak takut jika dikira berpacaran denganku?”

“Tidak.” Myungsoo menjawab santai, kemudian melirikku dengan tatapan penuh arti. “Maka dari itu, seharusnya kau pun tidak usah berpacaran dulu. Tak ada gunanya jika kau sudah memiliki oppa yang tampan dan serba perhatian sepertiku, yang mau menemanimu kemana-mana tanpa mengeluh.”

Aku memicingkan mata mendengar kata-katanya, merasa bahwa kalimat-kalimatnya barusan terdengar sedikit berlebihan dan terkesan… over protektif?

Oppa kau tidak…” Aku berdeham sekali. “Mengidap sister complex, ‘kan?”

Myungsoo sontak bungkam, terlihat sedikit salah tingkah. Ia menggaruk tengkuknya dengan sebelah tangan dan kembali merangkulku lebih erat, telapak tangannya mengelus puncak kepalaku penuh rasa sayang. “Um, itu… yah… intinya, kau tak senang punya kakak perhatian sepertiku atau bagaimana?”

“Aku senang,” balasku cepat, bibirku membentuk seulas senyum lebar. Mungkin kakakku ini memang benar. Daripada memikirkan soal pacar yang hanya bisa menyakiti hatiku, lebih baik menghabiskan waktuku dengan Myungsoo Oppa, bukan?

“Jadi….”

“Untuk sementara waktu, kurasa oke.”

“Apanya?” Myungsoo mengerutkan kening, heran.

“Aku. Kurasa tak apa jika aku tetap single untuk sementara waktu. Aku ‘kan, punya Oppa, benar?”

Myungsoo mengangguk puas, terlihat bangga dan girang mendengar keputusanku itu. “Okay, it’s a deal, then. Sebelum aku mengizinkanmu, kau tak boleh punya pacar dulu, paham?”

Aku tertawa geli, namun akhirnya memutuskan untuk menganggukkan kepalaku dan bersikap layaknya adik yang patuh. Lagi pula, siapa juga yang butuh pacar jika—

Ouch, sialan! Hei, ini pakai jaketku! Kenapa tiba-tiba gerimis begini, sih!”

—kau sudah punya kakak yang super seperti ini?

—fin.

Untuk Nenni, maaf ya ini telaaat bangeeets T^T But I hope you enjoy this, dear! :3

Advertisements

11 thoughts on “[Pic-Fic] Don’t Need A Boyfriend

  1. SIALAN KAK AMER BERHASIL DENGAN SANGAT SUKSES MEMBUATKU TERSENYUM-SENYUM SENDIRI DI MALAH HARI AYEEEEEEEEEEEEEEEE. aku butuh oksigen tolong ;___; MYUNGSOO NGAKU AJA SIH KENA SYNDROM SISTER COMPLEX HAHAHAHAHAHAHH gilaaaaaaaaaaaaaakkk, ayan nih ayan ;_;

    Like

    • Uwoo Al kamu baca iniii /.\
      Iya itu Myung sister complex banget tapi entah kenapa di mataku punya kakak begini itu manis manis ngeselin huhuhu ((mungkin ini efek aku anak pertama dan pengen punya kakak))

      Kalo ayan, minta tanggung jawab myung sana ehehe xDD thanks ya Al udah mampir kemari :3

      Like

  2. KAK AMEER!!!
    PLEASE!!!
    JANGAN BEGINI JEBALLL ::”'(((

    Aku lagi-lagi ngiler (BANGET) pengen punya kakak laki-laki hueeee… Sumpah ya aduh deh Tuhan ini Myungsoo.. diputusin sama Namu aku rela deh ((gamungkin)) asalkan punya kakak serba super kayak Myungsoo giniiii

    Like

  3. Kkk myungsoo langsung salah tingkah dibilang sister complex. xD
    meskipun aku punya kakak laki-laki, tapi kalo yang kayak myungsoo sikapnya, jadi merinding masa.. .____. Kecuali dalam hal ditraktir. Muehehehe 😀

    Like

  4. furuchi

    Halo ameeeer 🙂
    Amer beneran ya aku ngiler banget pengen punya kakak laki-laki apalagi yang kayak Myung beneran deh ah ah ah (derita anak pertama)

    Like

  5. Orange

    jadi iri sama si aku, mau jugaaa. hohoho
    dan myungsoo akan selalu sampai kapanpun merasa dia sangat tampan, dan itu memang benar kan?
    btw, author jago loh bikin ff pake sudut padang “aku” gini. gak banyak author yg berhasil kalo aku rasa.
    🙂

    Like

  6. HAI KAK AMER

    pertama-tama, maaf ya kak ini komen telat banget fufufu. mohon dimaklumi, leptop dan komputerku rusak berjamaah 😦

    HEHEH BTW KAK INI KAK SENYAM-SENYUM MULU BACA INI HAHAH
    Aaak aku selalu berharap punya kakak macam Myung. Tapi apa daya, kakakku nggak seganteng dan sebaik Myung. Dan aw yaampun SISTER COMPLEX. Kayaknya punya kakak sister complex lucuk ya. Ngeselin ngangengin gitu pastinya AHAHA

    Udahan ya kak, namanya juga leptop minjem nggak bisa kelamaan heheh. Sekali lagi maaf atas ngaretnya komen ini. See you setelah leptop aku bener 😀

    Like

  7. Woohyun emang bukan lelaki baik karena dia suka ngambil hati orang tanpa permisi! *salah fokus*

    Uwaa, jd pengen punya kakak laki”. Apalagi yg baik –dlm hal mentraktir– kayak myungsoo gitu haha.

    Oh iya, aku baru main ke blog ini gara” baca ff di ifk. Dan… izin baca yg lain ya! Dadaaaahh~ #bow

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s