[Pic-Fic] Anger

Standard

tumblr_mjxuhn584o1ret2fuo1_500

requested by thelittlerin

Leo, You | Ficlet | Fluff

Kalau diperlakukan seperti ini, bagaimana mungkin aku bisa marah padamu?

“Kau marah?”

“Tidak. Siapa yang marah?”

Aku melipat kedua lenganku di depan dada, lantas membalikkan tubuhku untuk membelakangi Taekwoon. Samar-samar, aku bisa mendengar lelaki itu menghela napas keras, mungkin lelah melihat tingkahku seharian ini. Mau bagaimana lagi? Aku sendiri juga tidak tahu-menahu mengapa rasa kesal dan mendidih itu muncul begitu saja di dalam benakku. Yang aku tahu, mendadak aku merasa sebal melihat wajah Taekwoon, sebal melihat kekasihku itu bertingkah seolah tidak ada hal yang salah di antara kami.

“Kau…” Taekwoon mengambil langkah mendekat, kemudian meletakkan kedua tangannya di atas bahuku dengan hati-hati, “Cemburu?”

“Cemburu apanya,” gumamku sambil mengibaskan tangan Taekwoon menjauh, dengan enggan memutar tubuhku untuk menatapnya tajam. “Aku tidak cemburu. Mau kau bernyanyi dengan gadis manapun, mau kau tersenyum semanis mungkin dan membuat gadis itu tergila-gila padamu, terserah. Aku tidak cem—”

“Tapi, kau terdengar cemburu,” potong Taekwoon dengan nada datar, embusan napas lelahnya kembali terdengar mengisi suasana. Perkataan itu sontak membuatku bungkam dan memalingkan wajah, tak tahu harus berkata apa lagi. Menyangkalnya? Well, bahkan secara tidak langsung pun aku sudah mengakui bahwa aku memang cemburu. Hanya saja, egoku tidak mengizinkanku untuk mengungkapkan hal sebodoh itu secara terang-terangan di hadapannya.

Iya, aku memang bodoh.

Aku tahu persis kalau Taekwoon suka bernyanyi, tahu persis bahwa lagu duet yang ia bawakan dengan gadis itu hanya demi kepentingan hiburan semata. Meskipun begitu, aku juga tak bisa memungkiri luapan emosi yang muncul kala mereka bergandengan tangan dan saling bertatap muka saat bernyanyi, terlebih kala Taekwoon malah memamerkan senyum manisnya pada gadis itu. Hasilnya? Ha! Tak perlu ditanya lagi, si partner duet sialan itu langsung mengambil langkah nekat di akhir pertunjukkan dengan memeluk Taekwoon tanpa izin, padahal hal itu sama sekali tidak ada di dalam rencana perform mereka.

Jadi, bagaimana bisa ia mengharapkanku untuk tetap tenang dan menahan emosiku yang sudah memuncak hingga ubun-ubun? Ck, yang benar saja! Seharusnya, Taekwoon hanya tersenyum seperti itu pada diriku. Seharusnya, ia tidak membiarkan perempuan itu memeluknya karena Jung Taekwoon yang kutahu tidak pernah suka jika ada seorang gadis tak dikenal yang menyentuh dirinya.

Aku benci. Aku tidak suka. Aku….

“Kautahu, aku juga tidak suka dengan pelukan tiba-tiba itu. Tapi, mau bagaimana lagi? Gadis itu benar-benar tidak mau melepaskanku. Aku tidak mungkin membentaknya saat masih berada di atas panggung, ‘kan?”

“Aku tahu.” Kubalas penjelasan Taekwoon itu dengan gumaman singkat, sementara mataku masih menolak untuk memandang dirinya. Rasa malu dan kesal bercampur menjadi satu, membuatku merasa sesak dan tak tahu harus berbuat apa.

“Jangan marah, oke?”

“Iya, aku tahu,” ulangku lagi, kali ini seraya mengangkat wajahku dengan hati-hati dan membalas tatapannya yang menusuk tajam. Aku menarik napas panjang-panjang, berusaha untuk meredakan emosi yang mendidih di kepala dan berkata, “Aku tahu itu, Taekwoon-a. Aku hanya….”

“Hanya apa?” Taekwoon mengangkat sebelah alis, lantas menarik hoodie yang membalut tubuhnya hingga terbuka. Nada bicaranya kini sudah lebih santai, begitu pula dengan kerlingan matanya yang terarah kepadaku kala ia membuka lapisan kedua dari bajunya dan menyisakan sebuah kaus hitam polos yang melekat di tubuh tegap Taekwoon dengan sempurna.

Tanpa dikomando, aku pun sontak menelan ludah. “Eum… aku hanya… cemburu? Yeah, oke, aku sudah mengakuinya! Puas?”

Hmm…” Taekwoon menundukkan kepalanya, lantas berjalan maju ke arahku layaknya singa yang sedang bersiap menerkam mangsa. Tak butuh waktu lama, ia sudah memojokkanku di dinding terdekat dan memerangkapku dalam kedua lengannya, membiarkan hening menggantung di antara kami setelah pertengkaran kecil barusan terselesaikan.

“Tae…taekwoon-a….

“Ya?” Taekwoon menelengkan kepala, memasang raut wajah sepolos mungkin sementara sepasang iris hitamnya kini menatap diriku lekat-lekat. Dalam situasi seperti ini, aku bisa merasakan bahwa sepasang mata itu bukan hanya memandangi wajahku saja, melainkan juga tengah membaca apa yang tersembunyi di dalam hatiku tanpa kecuali. Membuat bulu kudukku spontan meremang, sementara sepasang kakiku tampaknya mulai melemas dan berubah menjadi agar-agar.

Agaknya, pria ini tahu persis bagaimana cara meredakan amarahku dan membuat diri ini melupakan segalanya.

Menyebalkan.

“Hei…” Taekwoon memanggilku dengan suara rendah, menambahkan kadar rasa gugup yang sudah menumpuk tinggi. “Kita baik-baik saja, ‘kan?”

“Ten…” Aku berdeham pelan, berusaha menemukan suaraku yang mendadak hilang. “Ten…tu.”

“Kauyakin?”

Aku mengangguk cepat, terlebih kala Taekwoon makin memajukan tubuhnya dan menatapku dengan sorotan matanya yang menusuk itu. Dalam jarak sedekat ini, aku bisa membaui aroma parfumnya yang maskulin, pun dengan panas tubuhnya yang menguar dan membuat sekujur tubuhku mendadak terasa hangat. Oh, kau membuatku gila, Jung Taekwoon.

Yakin?”

“I-iya. Aku yakin. Aku tidak marah. Aku tidak cemburu—ralat, aku sedikit cemburu, tapi aku tidak mau ini berlanjut. Jadi, bisakah kau—”

Yep.” Taekwoon menarik tubuhnya sedikit menjauh, membiarkanku memenuhi paru-paru dengan pasokan oksigen. Sayang, hal itu tidak bertahan lama. Baru saja aku mulai bernapas dengan normal, kekasihku itu kembali memajukan tubuhnya dan…

Kurasa aku akan pingsan sekarang.

…mendaratkan satu kecupan singkat tepat di atas pipiku. Satu yang berlangsung dalam kurun waktu sepersekian detik saja, diikuti dengan rona merah yang langsung tercetak jelas di wajah kami berdua. Malu, Taekwoon pun segera memutar badannya seraya mengacak-acak rambut dengan sebelah tangan, tampak bingung harus mengatasi situasi romantis barusan dengan cara apa.

“Taekwoon-a….”

“Aku lapar,” sahutnya tanpa menoleh, tangannya diulurkan ke belakang untuk menggapai milikku. Ia menautkan jari-jari kami tanpa banyak kata, kemudian lekas-lekas menyeretku pergi untuk mencari makanan di resto terdekat.

“Terima kasih.”

“Tentu.

“Aku sudah tidak marah.”

“Aku tahu.”

“Jung Taekwoon…”

“Hmm.”

“Taekwoonie….”

“Jangan panggil aku seperti i—” Taekwoon menoleh dengan raut wajah campur aduk, tampak separuh kesal dan malu pada saat yang bersamaan. Namun, seolah tidak melihat ekpresi lucunya itu, aku malah mengalungkan lenganku pada lengan kokohnya dan ganti mendaratkan satu kecupan pada pipi Taekwoon.

“Maaf. Dan aku menyayangimu.”

Ia terdiam sejenak mendengar kalimatku barusan, tetapi tak lama kemudian, sudut-sudut bibirnya pun mulai berjingkat ke atas untuk mengulas sebuah senyuman manis. Senyum yang hanya ia tujukan padaku, senyum yang selalu berhasil membuat hatiku terasa hangat dan melupakan semua masalah.

“Aku juga.”

—fin.

Last pic-fic for today! Will updated some more for tomorrow!

See ya!

P.S: Saya tidak bertanggung jawab atas semua kegilaan setelah membaca fic ini. Silakan salahkan yang me-request, kalau dapat pic semenggoda itu, aku harus gimana? T_T

Advertisements

9 thoughts on “[Pic-Fic] Anger

  1. naneoman saranghanikaaaaa
    ujung-ujungnya Ngedaedabeun neonikka tau ini, kak! XD Kak Tiwi… request-an pikunya amat sangat wow menggoda iman puji syukur Allah menciptakan makhluk seperti itu. Meskipun agak horror (?) tapi di sini manis to the max

    Keracunan sih enggak, cuma aku kayaknya harus memperingati kakak aku /please dia suka Leo/ biar gak mabok Leo terus kuliah kacau /astagaberlebihan/ hahaha YAABISAN!

    Halah Mas Leo, jangan gombal deh, jangan-jangan kamu mah kesenengan tuh dipeyuk-peyuk. Entah kenapa aku bayanginnya malah Minah Girls Day (mentang-mentang Stop Enduring It nya featuring) hahahaha. Kan manis-manis unyu-munyu si Minah duet sama Leo terus main peluk aja. Dan kasian beneran kalo dibentak.. nanti.. Minah nangis… hueee

    Buat si mbak, kamu beruntung lah mbak jadi daedabeun neonikkanya abang kalem Leo! Longlast lah kalian…. YANG PENTING AKU SAMA HYUK lalalalalalaalaala /sejenak lupakan Hakyeon.

    hahahahaha
    whats next?
    idk
    aku ngantuk langsung ‘melek’ pas liat piku di atas. istighfar lah. XD wanna meltinggg
    loveyoumorekakamer

    Like

  2. thelittlerin

    jadi, komenku yg tadi gak masuk… -______- /tendang koneksi/

    ya udah, ak mau ngerusuh lagi deh
    .
    .
    .

    AMEEEEEEEER ;—-; ak udah gak tau lagi bentukku (?) kayak apa pas baca ini .-. ak gelindingan, senyum2 gak jelas, pipi udah ketarik lebar banget, sampe kaki ikut-ikutan lemes…. JUNG TAEKWOON WHY YOU EVEN WEARING BLACK SHIRT gak tau ya ak lemah sama cowok berbadan bagus yang pake kaos item? ak megap-megap bayangin kamu kayak gitu nak…

    itu CIUM PIPI APA MAKSUDNYA??? Leo mah berusaha seduktif tapi jatuhnya juga ikut2an malu -,- ak jadinya malah tambah gelindingan, sekuat tenaga biar gak ngeluarin suara2 aneh (ketawa gak jelas, maksudku) eh dianya malah tambah menjadi-jadi 😐 ak semacam menyesal menemukan piku itu ;;; harusnya kamu bikin yg N-Leo aja mer. biar side effectnya gak separah ini…

    tapi ini unyu u,u terus itu pas dibales cium IH AKU JUGA PENGEN LHO YA tapi kalo ak kayaknya harus mengeluarkan tenaga ekstra biar bisa nyium pipinya Leo .__.

    sudahlah, ak jadi bingung mau komen apaan lagi (karena komen sebelumnya gak masuk -,-)

    dadah Amer!! ^^ besok kalo ketemu di kampus jangan gigit aku ya!!

    ppyong~!

    Like

  3. furuchi

    Amer kamu jangan lepas tangan gini doooong kamu harus tanggung jawab sama semua fic kamu yang selalu buat aku senyam senyum sendiri kayak orang gila soalnya ngebayangin terus gimana fic fluff kamu yang parah banget hehehe semangat terus amer ><

    Like

  4. Zoenicorn

    teriak dulu kali ya biar enak,,,duh jangan,alangkah baiknya ketok pintu,say ‘hi’ dulu,barulah berteriak..
    Hola,halo,,Amer.

    AAAAA…wajah Leo di pic garang gila,,cara Leo meredakan emosi pasangannya cukup lucu,apalagi inget Leo yang ikutan nge-cover IGB,,hadududuh,,,lucu lucu lucu,,,romantisnya kalo Amer mah jangan tanya ..selalu dapet…kekekeke.
    Kalo kagak salah liat,ada satu kalimat yang typo ya?tapi biarlah karena saya begitu menikmati cara Amer menggambarkan karakter Leo dan bagaimana hubungan Leo & ‘Aku’ disini,,hihihihihi…

    Kapan yah ada cerita tentang Ken??hehehe (bukan request ini,,cuma berandai2,,maaf. ^_^)
    Sukaaaaaa…….

    Like

  5. hai, readers baru nihh. Anis imnida 99liner. kalau gasalah ini pertama kalinya aku vaca ff vixx. hehe. Dan ya ampuuun, ini fluff-nya nyampe bangeeet. fotonya jugaa aduh wkwk. btw, nice fanfic! :3

    Like

  6. 1. Fotonya…. AKU LEMAH AMER
    2. Adegan memojokkan ke tembok itu, ekspektasi aku udah kaya film barat gitu yang habis dipojokin terus ya gitudeh. Taunyaaaaaa malu2 si tekwun aaa itu dia banget XD
    3. FFNYA MANIS
    4. OKE BHAY

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s