Probability: 0.9/1

Standard

tumblr_mwkariXkLS1ruuj4io1_500

Probability: 0.9/1

a ficlet by Tsukiyamarisa

Sehun // You

.

.

—if one means it must be happen and zero means it can’t be happen, then I’ll put this feeling on 0.9

.

.

0.3

Ini adalah angka pertama yang terpikir di benakku kala melihat penampilan luarnya untuk kali pertama.

Sehun memiliki kulit seputih porselen, satu yang membuat setiap gadis meliriknya dengan iri dan bertanya-tanya apa rahasia yang tersimpan di baliknya. Soal wajah? Tak usah ditanya. Ia selalu memiliki kesan cool yang terpahat sempurna di sana, tenang namun tetap menarik mata. Sehun jarang tersenyum, tetapi sekali ia menarik sudut-sudut bibir itu, beberapa gadis dijamin akan langsung mematung seperti orang bodoh demi mengaguminya. Oh, tinggi badannya pun di atas rata-rata—aku sering mendengar keluhan beberapa siswa lelaki seperti Kyungsoo dan Minseok soal tinggi Sehun yang tampaknya masih terus bertambah. He looks quite perfect from the outside.

Namun, bukan itu yang membuatku mau menaikkan skala perasaanku terhadapnya. Meskipun terdengar klise, aku tetap percaya bahwa kesempurnaan yang tersimpan di dalam jauh lebih baik dibandingkan apa yang tampak di luar. Jadi, ketertarikanku padanya hanyalah sebatas itu. Tidak lebih dan kupikir tidak akan bertambah, sampai hari itu tiba.

.

.

0.5

Tepat berada di tengah.

Ini terjadi kala aku duduk di sebelah Sehun selama dua hari berturut-turut. Aku mendapati bahwa Sehun adalah seseorang yang asyik diajak mengobrol. Berbeda dengan lelaki kebanyakan yang lebih suka membicarakan soal hobi mereka masing-masing—tahu sendirilah, topik sepak bola, games, dan semacamnya adalah jenis hal-hal yang tak pernah bisa kumengerti—Sehun malah membicarakan beberapa pengalaman pribadi dan kisah-kisah mengenai keluarganya.

Dia menarik.

“Jadi, begitulah. Ayahku sangat suka dengan pelajaran matematika, kurasa itu menular padaku.”

“Hmm…” Aku bergumam pelan untuk menanggapinya, tanganku sibuk menuliskan jawaban di samping soal yang tengah kukerjakan. Guru kami sedang tidak ada di kelas, satu hal yang membuatku dan semua siswa di kelas ini otomatis memilih untuk mengerjakan tugas seraya berbincang dan berbagi canda tawa. “Sehun-a, sudah mengerjakan nomor dua?”

Eum, sudah. Jawabannya setengah, ‘kan?” tanya Sehun balik sembari mencondongkan diri ke arahku. Tangannya terulur dan mendarat di atas buku tulisku, sementara ujung telunjuknya mengarah pada jawabanku yang berbeda dari miliknya. “Kauyakin tidak salah hitung?”

“Entah,” jawabku singkat sembari mengedikkan bahu. “Bisa ajari aku?”

“Begini….” Dan kemudian Sehun pun mulai berucap panjang lebar mengenai teori probabilitas tanpa henti. Bagaimana angka nol menunjukkan bahwa suatu kejadian tidak mungkin terjadi, angka satu menunjukkan suatu kejadian yang pasti terjadi, dan seterusnya.

Diam-diam, aku pun mengulum senyum saat memperhatikan Sehun yang tampak serius mengajariku. Aku tak pernah benar-benar memperhatikan pemuda ini sebelumnya. Jadi, mengapa tiba-tiba ia terlihat cukup menarik di mataku? Mungkinkah itu?

Beritahu aku, Oh Sehun.

Jika nol melambangkan sesuatu yang mustahil dan satu melambangkan sesuatu yang pasti, bagaimana dengan angka setengah?

Am I already half-way falling into your trap?

.

.

0.75

Kemarin, angka itu naik sebesar dua per sepuluh poin.

Hari ini, aku kembali menaikkannya.

It’s all started from that stupid yet cute thing.

“Selamat pagi.”

Hari masih terlampau pagi. Udara dingin menggigit, dan hujan rintik-rintik pun masih setia turun serta membasahi halaman di luar sana. Hanya ada segelintir siswa di kelasku yang sudah datang, termasuk diriku. Beberapa di antara mereka membalas sapaan Sehun dengan gumaman mengantuk, sementara yang lain hanya mengangguk pelan dan kembali sibuk dengan laptop atau ponsel mereka masing-masing.

Tak jauh berbeda dari mereka, aku hanya melemparkan lirikan sekilas ke arah Sehun sebelum akhirnya kembali berkutat dengan ponselku sendiri. Sibuk membalas beberapa mention di twitter, serta mengirimkan pesan untuk sahabatku yang tinggal di luar kota. Bisa dibilang, aku tak benar-benar peduli pada kehadiran Sehun sampai—

“Kau serius sekali.”

—ia mengucapkan kata-kata itu seraya menyentuh pipiku dengan ujung jarinya.

“Sehun-a!”

“Pagi,” sapa Sehun lagi sembari melambaikan tangannya dan menarik kedua sudut bibirnya lebar-lebar. Aku terpaku sejenak, nyaris tak mau melepaskan pandang dari wajah Sehun yang sedang tersenyum manis itu. Alih-alih terlihat cool dan keren seperti biasa, Sehun yang seperti ini malah memancarkan aura seperti anak kecil yang begitu polos.

Cute.

“Pa-pagi,” balasku dalam bisikan pelan. Otakku seketika kacau balau, pun dengan pipiku yang mendadak terasa panas hanya karena sebuah sentuhan ringan dari Sehun. Ini gila. Sungguh. Mana mungkin aku berubah menjadi seperti ini hanya dalam waktu kurang dari 24 jam saja?

Hanya Sehun yang bisa melakukannya.

Dan seolah belum cukup, tingkah polah Sehun sepanjang hari ini pun benar-benar membuatku nyaris mempertanyakan kewarasanku. Kontak fisik sederhana yang terjadi tadi pagi hanyalah sebuah permulaan. Setelah satu sentuhan kecil itu, Sehun—entah atas dasar apa—mulai meluncurkan gerakan-gerakan lain yang mampu membuat jantungku semakin berdetak tak keruan.

Mulai dari meletakkan telapak tangannya di atas milikku, terus berusaha untuk duduk berdempetan denganku, hingga menggodaku dengan cara mencubit lengan atasku secara berkala. Puncaknya, ia mendaratkan satu cubitan ringan pada pipiku seraya terkekeh pelan dan bergumam, “Kau imut, tahu.

Sial!

Ya, sial bagiku karena Sehun melakukan semua itu dengan teramat natural—berlaku seolah tak ada yang salah atau aneh di sini. Uh, tak tahukah ia jika segala kontak fisik ini mampu membuatku gila?

Rasanya seperti ada sesuatu yang teramat panas tengah menyengat kulitmu; mengejutkan, tetapi anehnya juga menyenangkan pada saat yang bersamaan. Ujung jarinya selalu berhasil meninggalkan jejak-jejak kehangatan, memunculkan perasaan seperti digelitik kupu-kupu yang sedang mengepakkan sayapnya dengan lembut. Aku merasa sedikit sesak, mungkin karena jantungku saat ini sudah berpacu terlalu cepat dan tak lagi mampu menampung semua rasa gugup yang ada.

Mungkin Sehun tidak tahu-menahu soal ini, tetapi hari itu, aku melangkah pulang dengan pipi yang bersemu kemerahan dan sejuta pertanyaan yang bersemayam di dalam kepala.

Mengapa aku seperti ini?

Mengapa harus Sehun?

Apa aku tertarik pada Sehun?

Atau lebih parah dari itu?

.

.

Apa aku… menyukai Sehun?

.

.

Pada akhirnya, aku memutuskan bahwa kata ‘ya’ mungkin tepat untuk menjawab pertanyaan di atas.

Yes, because the probability of me liking him has just arise. Again.

Kalian ingin tahu mengapa? Semua terjadi begitu cepat pada suatu sore. Senja, hujan deras, dan ketiadaan payung di tanganku. Ketiga hal itu seolah sedang bekerja sama untuk membuatku merasa sebal. Matahari tak lagi terlihat di atas sana, tertutup oleh awan-awan kelabu tebal yang setia menggantung demi mencurahkan tetes demi tetes hujan. Namun, dari jam yang melingkar di pergelangan tanganku, aku tahu bahwa hari akan segera gelap.

Aku harus pulang, tetapi….

“Ayo, kuantar.”

Bagaikan cerita dalam drama, Sehun muncul begitu saja sembari membawa sebuah payung di tangannya. Lengannya—tanpa kusadari—sudah melingkari punggungku dan menarik tubuh ini mendekat ke dalam lingkup hangat dirinya. Ia menuntunku berjalan di sepanjang trotoar, dengan hati-hati menghindari setiap genangan air yang ada.

“Sehun.”

Hm?

Aku merapatkan diri ke arahnya, membiarkan aroma parfum yang menguar dari jaketnya masuk ke indra penciumanku. Tubuh Sehun terasa hangat di tengah dinginnya udara, membuatku tanpa sadar mencandu kedekatan ini lebih dan lebih banyak lagi.

“Ada apa?” tanya Sehun ketika ia melihatku terdiam. Aku menatapnya sekilas, kemudian menggeleng cepat. Memamerkan senyum lebarku seraya berusaha meyakinkan dirinya bahwa aku baru saja melupakan apa yang tadinya mau kukatakan.

Tidak sekarang.

Jadi, ketika kami tiba di depan pagar rumahku, aku hanya menunduk seraya mengucapkan terima kasih dan sampai jumpa kepada Sehun, berpesan agar ia berhati-hati di jalan. Sehun membalasnya dengan lambaian tangan dan senyum singkat, satu yang membuatku kembali tersipu malu dan memunculkan debaran tak terkendali itu lagi di dalam dada.

Kalian masih ingat dengan berbagai pertanyaan yang kuajukan tempo hari?

Kurasa aku sudah menemukan jawabannya.

Cukup sederhana, memang.

Karena ibaratnya, jika nol melambangkan sesuatu yang mustahil dan satu melambangkan sesuatu yang pasti, maka perasaanku saat ini berada pada suatu titik yang teramat dekat dengan angka satu. Nyaris bersinggungan, bahkan mungkin bisa dikatakan sudah pasti. Kini, aku tak lagi menebak-nebak, pun bertanya-tanya soal rasa apa yang kiranya tengah membuncah di dalam dadaku ini.

Toh, hanya ada satu pilihan yang tersedia di sini.

0.9

I do fall in love with him.

Dan suatu saat, aku berjanji bahwa aku akan menyatakan perasaan ini kepadanya.

.

.

I’ll wait for you to come and bring that 0.1

Together, and we can be one.

 —fin.

Advertisements

24 thoughts on “Probability: 0.9/1

  1. Yun Hye

    Hallo ^^
    Aku readers baru, salam kenal ne.
    Aku baru beberapa baca ff author dan udah jatuh cinta. Whehehe
    Ditunggu karya selanjutnyaa.

    Like

  2. Sungyeon

    sweet bangettt^^ sekuelnya doonggg

    tapi,, q masih bingung… gunanya angka angka itu apa ya-,-? q gak ngerti… /maklumlola

    oh ya… aku menemukan satu typo diatas..
    pas bagian “Sehun jarang tersenyum, tetapi sekalinya ia menarik sudut-sudut bibir itu, …”,,,, ehm.. menurutku itu “sekali” bukan “sekalinya”… okeh itu hanya menurutku, tak tau juga kalau salah hehehe..

    Like

    • halooooow~
      ah aku ga ada niat untuk bikin sekuel sih, habis tiap bikin yg namanya sequel2 gitu biasanya terus malah jadi aneh .__. dan kalo berasa nggantung, ini emang sengaja kok (?) semuanya diserahkan pada imajinasi pembaca /kicked

      gunanya angka2 itu kaya teori probabilitas, ada kan di pelajaran matematika? nol itu berarti sesuatu yg ga mungkin kejadian, kalo 1 itu sesuatu yg pasti terjadi… jadi kalo di cerita ini: semakin mendekati 1, semakin pasti perasaan tokoh ‘aku’ ini ke sehun :3

      yap, dan untuk saranmu, makasih yaaa~ itu udah aku edit ehehehe… maklum pas buat ini tuh semacam ketik kilat di tengah garap tugas, makanya ada yg miss~

      thaaanks ^^

      Like

  3. nesia

    Halo, aku baru gabung disini dan ini ff pertama kamu yg aku baca. Menurut aku ceritanya simple, sehari-hari bgt, ga berlebihan dan manis. Endingnya gantung bkn penasaran sih ngarep ada sekuelnya hehehehe.

    Like

    • Thaaanks ^^
      Kalo soal sekuel, maaf ya waktu nulis ini sama sekali ga ada niat buat bikin sekuel sih.. Aku bukan jenis yg suka nulis sekuel karena biasanya malah aneh .__.

      Thanks anyway ^^

      Like

  4. Hai, Kak. Eum, mau dikata apa ya? Aku siapa? Sumpah kenapa baca ini KADAR KECINTAAN DAN SEGALA MACAM ADIKSI PADA SEHUN MAKIN MENCUAT MAKIN MENINGKAT?!! KAK AMER!! Terus maksudnya apa kak ganti ganti ava jadi sehun terus bikin ficnya Sehun terus terus terus aku mau mati ajaa hueeeeeee. /halah dhil kamu juga pasang avanya Jong In/

    Oh, jadi apa kita lagi tukeran bias untuk beberapa menit yang berlalu? Hahahaha, well done, aku baca ini, i did it. Yes, sir i’m one of a kind /dhil/ sumpah ceritanya kakak harus baca komenan aku di #4 ABT baru tau kenapa aku jam segini udah buka mata dan buka hati lebih lebar untuk Sehun fufuffu

    Berbunga-bunga entah mengapa dan syalalalalalalala sumpah aku mau deh jadi itu si tokoh ‘aku’. dan soal teori itu, eum, itu teori yang biasa cuma aku baru tau namanya atau itu ditemuin ketika gradeku udah sampe kelas 11 – 12? Jawab aku kak jawab aku. Haha ceritanya frustasi karena matematika sempet remed sedangkan ekonomi nilainya melambung jauh, terbang tinggi bersama Sehun Pan! XD

    Ah, mau ngomong apaan lagi. Kata sehun, jangankan 0,1, 0,1 milyar juga aku bawain dhil buat kamu /HALAH/ hahaha biarkanlah aku mengkhayal seenggaknya fiksi itu gak ada adegan sesek napas kayak gini. 😉

    So yah, hopefully you ever read this coment, and
    This is your talk-active stalker sister,
    Dhila

    Like

  5. Kim Soo Sang

    Seperti biasan eonn~
    So sweet n’ keren..
    Ini udah kesekian kalinya aku mabaca FF eonnie, tapi kayaknya ini pertama kalinya aku comment ._. *mianhae 😥

    Oh iya, nggak sengaja kemarin2 pas buka WP myungSOOjung nemu FF karya tsukiyamarisa.
    Itu karya eonnie bukan? Hoho~ Soalnya genre-nya fluff :3
    Eonnie ‘kan ahlinya genre Fluff
    Hahaha~

    btw, FF yang ini so sweet banget. kalau sudah sampai 1.0 berarti Sehun sama ‘aku’nya bersatu dong XD
    Sayang end-nya ‘aku’ masih di titik 0.9
    Tinggal menyatakan cinta dan diterima, naik jadi 1.0 ><

    Gitu aja, mianhae kepanjangan XD
    ditunggu FF lainnya eonn
    Fighting!

    Like

  6. puew

    AAAAAAAAAAAAAAA ;A; /garuktembok/
    ini benar-benar SWEEEEEEEEEEEEEEETTT ;A; puncaknya saya sesek napas pas baca “kau imut tahu” omo omo omo, mungkin kalo sehun yg bilang gitu mungkin aku hanya bisa mematung kalo nggak mengalihkan perhatian HAHA, kan maluuu /muntah/ /dibuang/

    Makasih banget udah bikin cerita yang bikin diabetes gini heuh,
    sering-sering iya, meskipun sy suka gak kuat kalo baca fluuff yg kebangetan gini, tp tetep jadi favorit /ngomong apa sih/ penulisannya juga enak dibaca dan gampang dimengerti hihi maaf iya komennya gak runtut banget kkk~

    keep writing iya c: ditunggu ceritanya yg kadar kemanisannya lebih dari ini hihi

    Like

  7. Annyeonghasimika /formal amat/
    Hehe~
    Annyeonghaseyo, reader baru nih, bangawoyo ^^~

    Ini.bagus lho, srlain ff nya sweet, ada pelajaran peluangnya juga xD

    Aku anak matematika soalnya jadi ngerti banget ini apa maksudnya. Fakta kamu make perumpaan peluang gini untuj dijadiin ff bikin aku ngerasa ‘waaa’ keren ^^d

    Sbenernya aku suka banget Sehun, aku pikir bakalan jadi ini, eetapi ternyata…

    Entah kenapa penasaran banget sama perasaannya sehun. Paling nggak kasih tau dong perasaan dy gmn? Hehehe~

    Nice~ ^^

    Like

  8. HALO AMEEEEEEEERRRRRRRRRRRRRRRR XD

    LONG TIME NO SEE AND I DIDN’T LEAVE MY RUSUH IN YOUR FIC /HUEK/LEBAY XDD

    DAN INI APAAAAAAAAAA? HUH? T______T Sekalinya baca fic kamu langsung ketemu yang fluff /nangispelangi/lemparin amel pakai cimol sama baekhyun(?)

    Pliss Mer, ini tuh fluff macam apa lagi? :”D Udah gitu kamu selipin materi pelajaran lagi, jadi makin berasa kalau fic kamu tuh emang selalu bermakna dan istimewa. Spesial gitu deh ❤

    Dan yang bikin aku makin cinta dengan fic ini adalah ceritanya! :'D ini kamu curhat atau enggak? kalau curhat well, cerita ini hampir mirip antara aku sama seseorang 😥 tapi sekarang itu cuman masa lalu heuheu 😦 /ngiris bawang bombay/

    Udah ah mer, aku bingung mau rusuh apa lagi. See ya! 😀

    p.s.: kumohon dengan sangat kabarin EVS Fantasy stories seriesnya ya Mer {}

    Like

  9. Tampilan blognya berubah?
    ifk juga berubah, tapi yg itu rada aneh kalo buka dari hp,jadinya jarang mampir ke sana,padahal udah niat mau baca ff km yg luhan-howon Y.Y
    blog km sekarang makin seger deh…ijo2 gitu /plakk/
    oke melenceng jauh dari cerita -__-

    first of all…AKU SUKA BANGET SAMA SEHUN DI SINI!!!
    Poinku buat dia juga naik kok waktu ngajarin ‘aku’ tentang probability XD
    gimana ya,berasa gentle gitu dianya…keren deh pokoknya!
    Maaf buat krisyeol,siap2 aja ada rombakan bias list XD
    pas poinnya naik lagi gara2 sehun banyak ngelakuin kontak fisik aku malah ikutan berasa ada kupu2 terbang…eh tapi itu kayaknya lebih ke keroncongan deh gara2 belum sarapan /oke ini curhat/harap diabaikan/
    intinya adegan paling favorit ya itu, pas sehun sentuh pipi ‘aku’, megang tangannya, duduk dempet2an(yg ini bikin sesek napas)
    kirain bakal end sampe mereka jadian…perasaan sehun masih fifty-fifty nih -___-//
    ato jangan2 dia cuma flirting aja? Playboy cap kuda? /diinjek/
    semoga cintanya terbalaskan ya,aku cuma bisa bantu doa di sini #EA
    seperti biasa, ff km selalu berhasil bikin kejang2 sama fluff nya…ditunggu ya fluff2 selanjutnya 😉

    Like

  10. Gila Kak ini GILA!!
    Aku ngerasain semua yang kamu tulis disini..
    Berdebaran, kupu-kupu menggelitik perut, sesak nafas, HUAAAHHUUUAA!!! SEEHHUNNN!!!
    I LIKE THIS FIC~
    TSUKIYAMARISA JJANG!! ^^

    Like

  11. entah ini komenku yang keberapa T_______T wordpress kejam sama aku. dari kemarin-kemarin udah komen lewat hape, gak masuk. pakai laptop eh gak masuk juga. kalau sampai gak masuk lagi, lebih baik aku kabur bareng sehun /abaikan

    AMEEEEEEERRRR XD AKU RINDU RINDU RINDU SAMA DIRIMU DAN FIC MU YANG SELALU MEMBUATKU FLUFFY! :3

    LONG TIME NO SEE AND I DIDN’T LEAVE MY RUSUH IN YOUR FIC… /capsoff

    oke, maaf kalau terkesan alay dan gak jelas gitu. efek karena jenuh belajar + wp yang berulah sama aku jadi maafkan ya kalau aku rusuh banget. tapi emang aku berniat rusuh sih 😦

    Dan seperti yang kubilang di twitter…. ternyata ini curhatan pribadi kamu rupanya! Ini pun bikin aku nostalgia sama seseorang. HEUHEUHEU……….. </3

    Pliss mer, sekalinya baca fic kamu langsung dapet yang nge-fluff abis kayak gini. udah gitu ditambahin sama teori matematika yang ugh, bikin bermakna gitu deh! ❤ aku cinta cinta cinta sama kamu mas Hun! heuheuheuheu….

    Mer, maaf kalau melenceng. ini aku lagi galau sama snmptn nih mer. kamu sebagai senior dan berhasil sukses tembus ptn (ugm) jalur undangan, aku mau tanya boleh kan? T,T ini rankingku di semester 5 turun mer……………. udah pasti gak ada harapan atau gimana? heuheuheu.

    ah, tapi semoga aku bisa masuk jalur sbmptn dan tembus passing grade-nya. :'D

    doain aku ya mer xD (plis deh ini komen, rusuh, atau curhat colongan?) ahahah

    pokoknya, kamu the best SC FLUFFY lah mer!!! LOVE YA!!! ❤ ❤ /lempar junma sama jongin/

    Like

  12. Kak. Temenku udah banyak ngeluh masalah tampilan Sehun yang katanya aneh dengan pergonta-gantian rambutnya itu, tapi hbs baca ini mikir, kan Sehun tetep aja anak kecil ya mau pake style apapun?
    Aaakh sudahlah aku terlalu cinta pada fic ini~ apalagi adegan pas hujan, ituuu separuhnya mirip banget sama ceritaku. ih kak Amer! /pukulinkakamer/ /ditendangjunma/
    Tapi endingnya manis bangeet kayak gulali ihh. btw aku masi kelas 9 adanya pelajaran peluang bukan probabilitas tapi tapi teorinya sama tuh yang 0 sama 1
    udah deh ngrusuhnya, terus semangat buat ABT and your upcoming fic, kak~

    Your fanseu,
    Niswa:)

    Like

  13. AMERRRRRRRRR, IM COMINGGGGGGGGGGG~~~
    walau uda baca dari jauh2 hari, kak baca ulang dan dan dan…
    SEHUNIEEEEE~ UHHH, DIRIKU INI KELEPEK2 LAH FIX!!! DITAMBAH FOTO DY DI NATURE REPUBLIC FANSIGN YG CAKEPNYA ASDFGHJKLEOWUAEN GA KETULUNGAN, AKU PADAMU SEHUNIEEEE~~ OMG, PLISS LUHAN BRING ME BACK TO YOU /capsoff/ #ehmmmm /suaraabis/ /nggakdenkcanda .___.v

    duh mer kak mau banget ngalamin kejadian kaya gini cuma cuma cuma,,, sayang dulu waktu sekolah gada cowo secakep sehun dan bertingkah macam gitu /oke, ngayal/ kak mungkin bakal bernasib sama kaya si tokoh ‘aku’ pas sehun uda mulai berani2nya maen skinship..hahahahaha belum lagi ya itu ngebayangin telapak tangan sehun di atas tangan sendiri, trus dempet2an, trus trus trus pingsan saking sesek napas /gajadidenk/
    dan moment pas ujan aduh itu payungan berdua, dirangkul gitu ya sama sehun trus dijaga biar ga kecipratan air ujan yang konon katanya uda pasti kotor trus rasa hangat yang menjalar gitu aduhh, mer kak meyeyeh lah ini gimana donkkkk T^T

    klo pake probabilitas gini mah kak ga bakal ragu kasih kemungkinan 0.9 tapi langsung menuju angka 1..
    fix lah kak jatuh cinta sama sehunieeee /maafluhandakuberpalingsebentar/ ._________.v
    oke oke, sepertinya kak harus berhenti berkata2 klo nggak kak bakal meyeyeh abis jdi cairan, kan serem tuh /gapen/ jadi intinya sih..I’M FALLIN’ IN LOVE WITH YOU, SEHUNIE /tetep/ wakakaka xDD

    okeee, sekarang beneran disudahi sebelum jadi bom..hahaha
    me like thisss ❤

    -cimolicnut's baby face elder kkk~ pizzzz ^^v
    (semoga komen ini tak terpotong #pray)

    Like

  14. ohlusiana

    Halo kak Amer!._. Aku readers cukup baru /apaini/ maksudnya agak baru agak lama /lupakan//kicked/

    /Tariknafas//buang//tariknafas//buang/
    Kak Ameeer!! Kok jahat sih? Bikin aku melambung ke angkasa tengah malem gini??
    Gila gila gila!! Ini geng nya Dhila, Kak Amer, Kak Sylvia, Kak Dira dan kawan-kawan kok tega semua bikin aku mati sesek gegara epep nya EXO? Heuheu ;-;
    Uda speechless kak. Nggak cuman bagus ini epep.
    Tapi BAGUS BUANGEEET >///<
    Heuheu;-; Kalo epep ini aku reblog boleh kan kak? Boleh ya? Boleh ya? /maksa/

    Oke sekian, sebelum comment aku sepanjang drable, aku akan mengakhirinya.
    Makasi kak uda bikin aku melambung jauh bareng Thehun :3 dan sekali lagi salam kenal^^

    Like

  15. furuchi

    Oke amer kamu sukses buat aku terlalu tenggelam dalam peran ‘you’ dan itu membuatku meleleh banget gegara fluff km yg kebangetan /lebay/ aku suka bagian sehun nawarin nganter dia pulang pas hujan hemm itu drama banget tapi sweet maksimal. Teori probabilitas ini mengingatkanku dengan temanku yg sangat menyukai angka 9 dan dia juga bilang klo 9 itu mendekati sempurna >< maaf ya hmpir setiap hari ada aja aku di wp mu hihi mklum klo senggang pasti mampir ksni. See ya amer, aku tunggu update terbaru

    Like

  16. Kimbyeon

    ini fluffnya kok kebangetan sih?!!!!!!!!!!!!!!! /jambak sehun/ senyam senyum sndiri sampe gigit bantal karna nih fic >/////<
    Dan ofc ini very nice fic :3

    Tapi tapi…
    Sehun kok dusta banget disini? :"" pintar mtk? Impossible banget nak :'D /dikeroyok masa/
    Sehun /ohok/ nyolek cewek sampe nyubit? Oh pls :'D

    Oiya, Kapan" buat fic horor dongz :3 yayayayayayaya /maksa/
    Okesip. Udh bingung mau komen apaan ._.a. Ganbate buat next ffnya ._.)9

    Like

  17. dayenandira

    Hello~ aku readers baru disini._. Salam kenal yaa 😉
    aku suka banget sama ff ini, sukses bikin ngeflyXD Dan aku juga suka ff yang ‘after 72’ itu asli keren ~
    Di tunggu karya selanjutnya 😉

    Like

  18. Annyeong, reader baru di sini 🙂 salam kenal..
    Aku mulai baca ff buatan author kemarin yang ‘after 72’ dan aku langsung suka banget sama cara author nulis fict. Diksinya bagus banget dan ceritanya lembut jadi ngalir gitu aja. aku suka banget >< tapi maaf kemarin aku belum sempet komen karena koneksinya yang lemot bgt, tapi aku masih bisa buat nge-like 🙂 trus aku coba jalan-jalan ke blog ini dan ternyata banyak fict bagus yang bertebaran xD
    Ditunggu karya-karyanya yang lain 🙂 (y)

    Like

  19. nadanstn

    aku datang kesini karena aku butuh asupan ff selama libur dan apa yang kutemukan?

    Sehun. ohmaigat aku yakin kalo sehun suka kan sama si cewek? yakan? ah peuhlis aku suka banget ff nya yang rada gantung gini (karena aku juga kebiasaan kalo bikin pasti endingnya sejenis gantung) tapi percayalah kak, aku kepo /gigit meja/
    huhu mana aku lagi suka sehun belakangan ini entahlah posisi kris dihatiku bener bener dalam bahaya karena bocah 19 tahun itu astaga /padahal aku lebih bocah/ dah cover. berasa BIDADARI JATUH DARI SURGAAAA DIHADAPANKUUUUUU apasih tiba tiba aku bawain lagu cjr gini ampun-_- yah pokoknya sehun ganteng banget dan unyu dan kece dan ahhh yaampun dengan semua pesonanya dia bisa jadi ultimate bias aku tapi aku masih cinta kris aduh ditambah fanfic ini pula yaluhan keimananku diujiiii /ini kenapa curhat coba-_-/

    intinya ff ini keren dan menambah rasa …ehm… suka ku sama sehun;;)

    Like

  20. vanillaritrin

    Halooooo aku cuma mau bilang kalo gayamu beda. Aku suka. Susah kan nulis oneshot yg dapet maknanya gini hehe let’s be friend, if you don’t mind^^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s