Sincere Lovable [part 2]

Standard

sincere lovable

 

Sincere Lovable

by Cheverly Jin & Tsukiyamarisa

Byun Baek Hyun and You

Romance, Fluff, slight!Comedy | Ficlet | PG-15

Note:

Happy Bday kak Dira!!! Setelah kemarin dikasih part 1, kali ini part 2 spesial dari aku yaaa 🙂

Enjoy this one, and happy bday for Baekhyun too! o(^-^)o

*****

 

Aku tidak pernah tahu bahwa waktu pagi bisa terasa seindah ini.

Biasanya, aku adalah tipikal orang yang susah untuk dibangunkan di pagi hari. Memerintahkan kedua kelopak mataku untuk terbuka, tubuhku untuk bangkit berdiri dari atas kasur, atau menjalankan aktivitas di kala mentari baru saja terbit selalu menjadi hal yang menyebalkan bagiku.

Namun, ada sesuatu yang berbeda pagi ini.

Aku terbangun ketika aku merasakan lengan Baekhyun yang melingkar semakin erat di pinggangku dan menarikku makin dekat ke dalam pelukannya. Dengkuran kecil lolos dari kedua belah bibirnya, kedua matanya masih terpejam rapat-rapat. Ia tampak seperti anak kecil dari sisi ini.

“Enak ya, langsung melihat wajah tampan pagi-pagi begini.”

Baekhyun membuka mata, alisnya terangkat naik dengan sikap menggoda. Sungguh, semenjak dulu ia tak pernah berubah. Kadar kepercayaan dirinya terus saja bertambah dan bertambah. Terkadang, aku sempat merasa heran dengan diriku sendiri. Apa yang membuatku begitu mencintai pria ini?

“Hei, tak perlu sampai melamun begitu. Aku tahu kok kalau pesonaku ini memang terlalu berlebihan.” Baekhyun menambahkan lagi dalam kekeh pelan, kemudian mendaratkan satu kecupan ringan di atas ujung hidungku. Ck, kemampuannya dalam memainkan perasaanku dan membuat hatiku berdebar-debar rupanya juga tak pernah berubah.

“Dasar gombal,” dengusku seraya mendorong tubuhnya sedikit menjauh dariku. Baekhyun mengerang kesal, dengan susah payah ia berjuang agar tubuh kami tetap menempel rapat. Lagi, aku pun terkikik geli melihat tingkah manjanya.

Well, dia mungkin sedikit menyebalkan dan sering sekali merayuku dengan kata-kata yang bisa membuat jari-jarimu mendadak keriting. Namun kalau dipikir-pikir lagi, mungkin dua hal bodoh itu jugalah yang membuatku terpikat kepadanya.

“Ayolah sayang, apa tidak ada ucapan selamat pagi yang mesra atau semacamnya? Lupa ya kalau kita baru saja menikah?”

Aku mengembuskan napas panjang mendengar omelan Baekhyun barusan. Tanpa pikir panjang, kudaratkan satu kecupan di atas pipinya dan aku pun berbisik pelan, “Selamat pagi, suamiku.”

 

***

 

Selain fakta bahwa ini adalah hari pertama dimana kami akan melewatkan waktu sebagai pasangan suami-istri, tentu saja aku juga menyadari bahwa tanggal 6 Mei adalah hari ulang tahun Baekhyun.

Aku punya beberapa rencana untuk hari ini.

Aku ingin mengajak Baekhyun berjalan-jalan –mungkin ke taman hiburan atau tempat wisata lainnya –kemudian dilanjutkan dengan acara makan bersama di salah satu restoran yang cukup romantis. Kemarin Baekhyun sudah berkata bahwa bulan madu kami mungkin harus ditunda karena banyaknya pekerjaan yang harus dia lakukan. Tidak masalah. Acara sederhana seperti yang sudah kurencanakan pun kurasa cukup untuk menggantinya.

“Baek,” aku memulai, bersiap untuk mengatakan keinginanku. Baekhyun mengangkat sebelah alisnya seolah bertanya ‘ada apa?’ dan memintaku untuk melanjutkan.

“Apa rencanamu hari ini?”

Eumm, aku sedang tidak ingin kemana-mana.”

Mulutku langsung terbuka lebar begitu jawaban itu terlontar dari bibirnya. Tidak kemana-mana? Lalu bagaimana dengan rencanaku?

“Tapi Baek–”

“Aku masih lelah setelah resepsi kemarin. Memangnya kau mau kemana?”

Mulutku pun terkunci seketika kala Baekhyun menyebut kata ‘lelah’. Yah, aku tidak bisa memaksanya lagi kalau begitu. Meskipun kecewa, mau tidak mau aku pun harus memikirkan hal lain yang bisa dilakukan berdua di kamar apartemen kecil ini.

“Tidak, aku tidak mau pergi kemana-mana kok.”

 

***

 

Pada akhirnya, aku memutuskan untuk membeli birthday cake ke toko kue di dekat gedung apartemen kami dengan dalih berbelanja kebutuhan sehari-hari. Baekhyun bersikeras mengantarku, tapi aku buru-buru menolaknya dan menyuruhnya untuk berisitirahat di rumah saja.

“Kauyakin bisa pergi sendiri?”

“Tokonya hanya berjarak satu blok dari sini, Baek.”

“Tapi aku tidak mau di rumah sendirian.” Baekhyun merengut manja, sementara aku hanya bisa memutar kedua bola mataku dengan kesal. Kemana perginya pria romantis yang melamarku sebulan lalu?

“Tidak ada yang mau menculikmu, Baek. Sudah ya, dah!” balasku asal seraya berlari keluar. Kudengar Baekhyun sedikit menggerutu kesal, namun aku tidak memedulikannya. Hei, ayolah, aku kan melakukan ini demi memberinya kejutan ulang tahun!

Kau harus berterimakasih pada istrimu ini nanti, Byun Baekhyun!

 

***

 

“Baekhyun?”

Aku melangkah memasuki rumah, sebelah tanganku menenteng chocolate cake yang baru saja kubeli. Alih-alih mendengar jawaban dari Baekhyun, aku malah mendapati suasana rumah yang terlampau hening. Padahal, aku sudah mengira akan mendengar teriakan heboh Baekhyun atau ocehan tidak jelasnya seperti biasa. Aneh. Kemana perginya Baekhyun?

Kulangkahkan kakiku ke meja makan, lalu kuletakkan kue ulang tahun Baekhyun di atas sana. Tak lupa kutancapkan lilin di atasnya, siap untuk dinyalakan. Sembari menata kue itu di atas meja, kulemparkan pandangku ke seluruh penjuru rumah, was-was. Jangan bilang kalau Baekhyun sedang bersembunyi di suatu tempat, mengamatiku dalam diam, kemudian bersiap untuk mengejutkanku di saat aku lengah nanti. Tidak lucu. Harusnya ‘kan aku yang memberi dia kejutan.

“Baekki?” panggilku lagi, kali ini sambil berjalan menuju kamar tidur kami. Kubuka pintunya, namun sosok Baekhyun pun tidak tampak di sana. Baiklah, harus kuakui bahwa jantungku kini tengah berdegup semakin kencang. Aku benci dikagetkan. Sungguh.

“Byun Baek? Baxian?” Aku melangkah memasuki ruang tengah, mendapati televisi yang menyala dan menayangkan drama komedi siang. Mataku melirik sofa yang berada di sana, berharap untuk menemukan sosok Baekhyun. Masih nihil.

Sebenarnya, dia pergi kema–“

 

DUGH!

 

Ouch!” Aku mengaduh detik itu juga ketika kakiku membentur sebuah benda yang tergeletak di atas karpet. Tanganku sibuk mengelus-elus tulang keringku yang terasa nyeri, sementara mataku memicing untuk melihat benda apa yang tadi baru saja kutabrak.

Oh, aku salah.

Itu bukan sebuah benda.

Itu Baekhyun.

Suamiku itu tertidur pulas di atas karpet, sebelah tangannya menggenggam remote televisi. Tanpa sadar, aku pun tertawa geli melihat tingkahnya itu. Pantas saja aku tidak melihatnya. Lagipula, siapa suruh untuk tidur di atas karpet seperti itu?

“Hei, Baekhyun….” Aku duduk berlutut di sebelahnya, memainkan helai-helai rambutnya yang jatuh ke atas dahi. Baekhyun menggeliat sedikit, kepalanya berputar ke arahku. Tidak butuh waktu lama, kedua mata itu pun mulai terbuka lebar.

“Sudah pulang?”

Mmm-hmm. Ayo bangun pemalas, aku punya kejutan untukmu,” balasku seraya menarik tubuhnya hingga berdiri. Baekhyun menurut saja, matanya memandangku dengan sorot ingin tahu. Masih dengan wajah setengah mengantuk, ia pun mengikuti langkah-langkahku menuju ke ruang makan.

“TARAAAAA!!”

“Apa ini? Oh, kau mau merayakan ulang tahunmu lagi?” tanya Baekhyun dengan polosnya sembari mendudukkan diri di atas kursi meja makan. Aku menepuk dahiku sendiri, frustasi melihat reaksi Baekhyun yang begitu datar dan tanpa emosi. Jadi Baekhyun… tidak ingat kalau ini adalah hari ulang tahunnya?

“Ini untukmu, Baek. Tidak ingat kalau hari ini tanggal 6 Mei? Ya ampun, Baekhyun, bagaimana bisa kaulupa pada hari jadimu sendiri?” desisku kesal. Baekhyun membulatkan mulutnya tanda paham, matanya menerawang sambil berusaha mengingat-ingat. Beberapa detik kemudian, barulah senyum lebar itu terpampang pada wajahnya.

“Ah, kau benar! Ini ulang tahunku ya! Waah, dan kau repot-repot menyiapkan ini untukku! Terima kasih, Cantik!”

Akhirnya ada respon yang tepat.

Masih sambil berusaha menahan tawa, aku ikut mendudukkan diriku di atas kursi dan menyalakan lilin yang sudah menancap di atas kue tersebut. Baekhyun tersenyum lembut kemudian mencondongkan tubuhnya sendiri untuk mengecup dahiku pelan.

“Aku terharu melihat kejutanmu ini. Sungguh.”

Bisa kurasakan rona merah yang mewarnai pipiku kala bibir Baekhyun melanjutkan perjalanannya dan mendarat tepat di atas bibirku sendiri. Ia terkekeh kecil melihat reaksiku, kemudian kembali memundurkan tubuhnya seraya menunjuk lilin yang sudah siap ditiup.

Should I make a wish?”

Aku mengangguk cepat.

“Bersama-sama kalau begitu. Anggap saja kita juga sedang merayakan ulang tahunmu kemarin, oke?” pinta Baekhyun sambil menggenggam tanganku erat.

“Oke.”

Three, two, one….”

Kami memejamkan mata dan meniup lilin itu bersamaan.

 

Tuhan, terima kasih karena sudah mengirimkan seorang Byun Baekhyun kepadaku. Aku hanya berharap satu hal. Semoga kami bisa menjalani semua ini dengan baik dan bahagia.

 

Ketika mataku terbuka, aku bisa melihat manik gelap Baekhyun yang balas memandangku dalam-dalam. Ia mengulas satu senyuman manis, jenis yang selalu membuatku jatuh ke dalam pesonanya. Jemarinya terulur untuk membelai pipiku lembut, menambahkan aura romantis ke dalam suasana ini.

“Kau cantik sekali hari ini, Sayang….” puji Baekhyun sembari menarik jari-jarinya lagi. Aku tersipu malu, tanganku terangkat untuk mengelus jejak-jejak kehangatan yang baru saja ditinggalkan Baekhyun di atas kulit wajahku.

Dan saat itu jugalah, aku menyadari ada sesuatu yang salah.

Ada sesuatu yang lengket dan manis menempel di atas pipiku. Aku mengusapnya cepat, mendapati lapisan krim cokelat yang kini menempel baik di atas wajahku maupun jari-jari tanganku. Kualihkan pandangku pada Baekhyun, yang kini tengah memamerkan cengirannya seraya menjilati jemarinya yang berlumuran cokelat.

Errr, happy birthday to us?” kata Baekhyun ragu saat melihatku yang siap memakan dirinya hidup-hidup. Ia mencolek daguku, memindahkan krim cokelat yang tadi berada di jari telunjuknya ke sana.

“Kau masih cantik kok.” Baekhyun menambahkan.

Aku memelototinya.

Dan Baekhyun pun bergegas kabur ke dalam kamar tidur kami.

“BYUN BAEKHYUUUUN!!!”

 

– kkeut –

Advertisements

5 thoughts on “Sincere Lovable [part 2]

  1. /ambil napas dulu/ /buang/ /ambil/ okeh, aku siap ‘.’)9

    HUUUUUWWWOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    AKU ENGGAK BISA NULIS KOMEN GIMANA DONG INIH? KARENA AKU MELEH BAGAIKAN ES KRIM, MAMA ANIYAAAAA!!!

    okeh okeh /ngelap keringet/ aku bolak-balik ke sini terus mandangin tumblr terus ke twitter jadi sedikit gila okeh, aku sampe minta baekhyun ngambilin air minum karena aku histeris banget pas baca ini. Duh, kenapa sih kalian begini padaku? semacam teganian gitu yah, mau ngebunuh aku apa sama fic begini?? mau buat aku diabetes meletus gituh?? aku beneran gak tau mau ngomong apa nih…parah lah aku udah meleleh kayak es krim paddle pop bersama thehun, apa perlu baekhyun yang ngetikin komennya nih? hahaha #ngayal

    okeh, okeh mari kita mulai!
    pertama-tama…MAKASIH BANGET YAAAAA!! INI SAMPE ADA PART KE-DUANYA, SAYA PERLU KUDU WAJIB BAHAGIA INI MAH NAMANYA! (oh ya, aku menghilang dari TL dulu ya, sementara baekhyun yang mau ngejalanin twitternya X.x) well, pas aku ngeliat judulnya ada embel-embel part.2, yaluhaaann aku bahagia banget sampe mikir: “ini ada berapa part??” O.o dan karena kalian berdua udah sangat-sangat baik, aku pun akan memamerkan kado ini di blog-ku, soalnya… GAK ADA KADO MODEL BEGINI KAN, YANG LAIN GAPUNYA, CUMA AKU YANG PUNYA YAYAYAYAYEYEYEYEYELALALALALALILILILILLLLIIIIIHHHH!!! .. iiiihhhh kok tau sih aku kayak begitu. iya iya bangetttttt aku orangnya males, apalagi kalo mau kuliah pagi, demi luhan, aku males banget gak ketulungan. aku muncrat lah pas baca paragraf pertama itu hahaha tapinyaaahh pas aku baca makin kebawahnya….

    +) Aku terbangun ketika aku merasakan lengan Baekhyun yang melingkar semakin erat di pinggangku dan menarikku makin dekat ke dalam pelukannya. —–> DAMN, BAEKHYUN! THIS IS YOUR FAULT! /akhirnya merutuk juga/ iiihhhh ngertiin kek kalo pas baca itu aku tuh lagi di tempat tidur loh ini, lagi di tempat tidur dan aku meluk guling sambil ngebayangin. ah part ini SANGATRACUN! bakalan kebawa mimpi inimah, yakin 200000% ugh! /keseltapiseneng/

    +) “Enak ya, langsung melihat wajah tampan pagi-pagi begini.” —-> untung baekhyun loh yang bilang, kalo orang lain udah aku jotos mungkin hahaha abisnya dia kepedan, tapi ya begitu emang bener. IYA BENER BAEK, EMANG NGELIAT MUKANYA EMANG ENAK! APALAGI PAGI-PAGI! EH ENGGAK DENG, PAGI SIANG SORE MALEM TETEP ENAK /sayasangattidaksantaiini/

    +) Well, dia mungkin sedikit menyebalkan dan sering sekali merayuku dengan kata-kata yang bisa membuat jari-jarimu mendadak keriting. —-> HATIKU JUGA KERITING INIMAH NGELIAT KAMU! KESEL DEH! tapi sayang umumumuuuuu :***

    +) “Selamat pagi suamiku” —–> ah, lemes banget ngebayanginnya, demi bulan dan bintang dan sehun yang berpose kayak sailor moon! >. one fact about me, actually i don’t like any kind of surprise because my heart will go weak hohoho (tapi aku sukak kejutan dari kalian akan fic ini) yap, aku gak terlalu suka di kagetin pake acara surprise gitu soalnya aku orangnya kagetan, euugghhh susah lah di jelasin tapi Fic ini adalah kejutan BESAARRRRR yang bisa aku terima banget nget nget hahahaha

    +) “Ah, kau benar! Ini ulang tahunku ya! Waah, dan kau repot-repot menyiapkan ini untukku! Terima kasih, Cantik!” —-> SENENG TO THE MAX LAH BAGIAN INI!!! pake embel-embel ‘cantik’nya itu loh bikin dengkulku lemes, aku pun tak tahu harus gimana ya Tuhan, bantuin aku dong! hahaha

    +) Bisa kurasakan rona merah yang mewarnai pipiku kala bibir Baekhyun melanjutkan perjalanannya dan mendarat tepat di atas bibirku sendiri. —-> bodo lah dibilang pervert, BUT I LIKE IMAGINE THIS PART HAHAHAHAHAHA XD

    +) DAN BAGIAN TERAKHIR AKU SUKAK SEMUANYAAAA! AKU SUKA NGEBAYANGINNYA AKU SUKA MANDANGIN BAEKHYUN SAMPE MAU GILAAAAA ADUH ADUH ADUHHHH GIMANA DONG INI, OKE AKU UDAH MELELEH SECARA KESELURUHAN TINGGAL NYISA JARI-JARIKU YANG MASIH MENARI DI KEYBOARD UHUHUHUHUUUU!!!

    well, fiuhhhh aku kayak lagi bikin fic nih heummm

    tapi sekali lagi, aku mau bilang makasih dan i will remember today for all of my day! ini tanggal 5 mei yang paling berkesan buat aku karena sebenernya aku bukan orang yang pantes nerima ini semua, but yeah…God gave me the chance so I will take this 😀

    Makasih banyak ya amer…makasih banyak ya kak silvya 🙂 we met in an unpredictable way as we read one to the other fanfiction and we comment and we met on twitter and we love exo so much, and i don’t know if you guys realized or not, but we keep being a friend in the whole situationS. so thankyou, thankyou for did this to me. We are stranger at first and being like this, who’s not gonna cry? so please keep on this way because i love you, CHERRYBOMBS! let’s bomb the world hahaha

    dan aku suka doanya:

    Tuhan, terima kasih karena sudah mengirimkan seorang Byun Baekhyun kepadaku. Aku hanya berharap satu hal. Semoga kami bisa menjalani semua ini dengan baik dan bahagia.

    tapi bolehkah aku menggantinya dengan ini:

    Tuhan, terima kasih karena sudah mengirimkan Amer dan Kak Silvya kepadaku. Aku hanya berharap satu hal. Semoga kami bisa menjalani semua ini dengan baik dan bahagia.

    I Love You, Guys! THANKYOU VERY MUCH AND #HAPPYBAKEHYUNDAY!!

    P.S: aku meleleh, aku meleleh tanpa sisa

    P.S: wordpress, jangan potong komenku, puhleaseee!!

    Like

  2. nunadk

    Muahahahahahahaha,

    aduh ketawa setresss sendiri,
    aku was2 bakal ada adegan enceh; krn ini marriage lifenya DirBaek,
    xD
    xD
    xD
    xD

    okeh; ini menghibur bgt, Mer. 😉
    semoga kali ini komenku masuk.

    Kak Silvya, mian yah, aku gak bermaksud jd sider, #ciyuss #demikolorTaemin deh *eh

    once more, HBD DirBaek!
    Moga jadi keluarga yg sakinahmawaddahwarohmah*?*

    -FIN-

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s