Stupid Things

Standard

stupid-things-sungjong

/ / S T U P I D  T H I N G S / /

Cast(s): [INFINITE] Lee Sungjong and Lee Sungyeol, [OC] Kim Miyoung || Duration: Vignette || Genre: Comedy, Fluff, Romance || Rating: T

Recommended song: INFINITE – Man In Love 🙂

.

.

.

Sometimes, a man do something stupid just for his lover.

.

.

“Ahhh!! Dimana celana jeans biru tuaku?!”

Sungjong berdiri di depan lemari bajunya dengan wajah kalut, kedua tangannya sibuk mengacak-acak isi lemari yang memang sudah tak karuan. Ia meraih sebuah celana yang terselip di pojok belakang, mengamatinya sejenak, kemudian kembali melemparkan gumpalan kain itu ke atas kasurnya.

“Bukan! Bukan! Yang ini warnanya terlalu muda!”

“Ah! Kenapa kaus putihku menjadi seperti ini?!” Pekikan lain keluar dari bibir Sungjong, kali ini disertai dengan tatapan ngeri saat mendapati kaus kesayangannya yang terlihat kusut dan tak berbentuk.

Kacau.

Sungjong sedang kacau malam ini, dan penyebab dari semua itu adalah sebuah kencan yang akan dijalaninya esok hari.

Ini adalah kencan pertama Sungjong dengan Miyoung, gadis yang baru saja menjadi pacarnya beberapa hari lalu. Wajar ‘kan kalau dia gugup? Wajar ‘kan kalau ia mau melakukan segalanya untuk membuat sang gadis terkesan? Sungjong ingin semuanya berjalan lancar dan berakhir bahagi–

“Lee Sungjong! Bisakah kau berhenti berteriak-teriak?”

Imajinasi Sungjong akan hari esok buyar seketika. Sang kakak –Sungyeol –tengah berdiri di depan pintu kamarnya seraya bersedekap kesal. Sungjong berbalik ke arah pintu, bibirnya mengerucut sebal sementara sebelah tangannya masih menggenggam kaus putih yang akan ia pakai besok.

“Hyung! Kau meminjam kausku, ya? Kau yang membuatnya menjadi kusut seperti kain pel, iya ‘kan?”

Bletaaak!!

“Kau pikir aku sudi menyentuh isi lemarimu yang mengerikan itu?”

“Lalu siapa–”

“Kau sendiri yang membuat lemarimu berantakan! Jangan salahkan aku jika semua bajumu tampak seperti kain bekas!”

“APA?!!”

Braaak!!

Tanpa banyak kata, Sungyeol melangkah keluar dari kamar sang adik, lengkap dengan suara pintu yang dibanting keras. Belum sempat Sungjong menyelesaikan omelannya atas tingkah Sungyeol yang menyebalkan, pintu kamarnya kembali dibuka. Sungyeol menyembulkan ujung kepalanya di sana, bergumam dengan nada rendah mengancam.

“Oh ya, dan jangan berisik kalau kau masih mau hidup dengan selamat di rumah ini.”

Blam!

Pintu kembali berayun menutup untuk yang kedua kalinya. Sungjong menghela napas panjang, kemudian mengedarkan pandangnya ke sekeliling kamar. Barulah pada saat itu, maniknya tertumbuk pada celana jeans yang tergeletak di atas rak sepatunya. Celana yang sudah ia cari sejak berpuluh-puluh menit lalu. Celana yang kini menguarkan bau tidak enak karena belum dicuci selama dua minggu lamanya.

“TIDAAAAK!!!”

“LEE SUNGJONG!! DIAM!”

***

 

Sungjong menatap kaus putihnya yang sudah terlipat rapi setelah disetrika dan juga celana jeans biru tua yang sukses ia pinjam dari Sungyeol–mengingat miliknya sendiri yang harus berakhir di dalam mesin cuci. Ia membongkar beberapa kotak sepatunya, kemudian mengeluarkan sepasang sneakers yang berwarna senada dengan kausnya. Helaan napas lega keluar dari bibirnya, senang karena persiapannya untuk kencan esok sudah terselesaikan.

“Akhirnyaaaa…” Sungjong berseru girang seraya merebahkan dirinya di atas kasur. Tangannya terulur untuk meraih sebuah pigura foto yang menghiasi meja belajarnya, senyum lebar menghiasi bibirnya saat ia menatap foto manis seorang Kim Miyoung.

“Hai, Manis, kau sedang apa malam ini? Memikirkanku, hmm?” Sungjong bergumam sendiri sembari menggerakkan telunjuknya untuk membelai pipi Miyoung di foto tersebut. Ia terkikik sekali, menyadari kekonyolannya. Apa boleh buat. Cinta memang bisa membuatmu bertingkah tidak rasional, bukan?

Sungjong berguling pelan di atas kasurnya, menatap langit malam dari balik jendela kamarnya yang terbuka lebar. Ada bulan yang menggantung di sana, sinarnya tampak lemah dan redup karena tersembunyi di balik awan.

“Lihat, Miyoungie! Bahkan bulan pun enggan menampakkan cahayanya malam ini. Mungkinkah ia malu dengan dirimu yang bersinar begitu cantik?”

Astaga, Lee Sungjong! Apa kau sedang berlatih untuk hari esok? Menyiapkan sejuta rayuan gombal dan manis untuk gadis itu?

Senyum malu-malu kembali terbentuk di bibir Sungjong. Pemuda itu menarik selimutnya hingga menutupi seluruh tubuh, kedua lengannya mendekap erat foto sang gadis ke depan dadanya. Ia sedang bahagia. Tidak akan ada seorang pun yang mampu menghentikan bibirnya membentuk seulas senyuman, pun menghapuskan khayalan romantis yang terbentuk di dalam benaknya. Tidak ada. Sungjong sedang jatuh cinta dan ke arah itulah semua fokus pikirannya terpusat.

“Selamat malam, Cantik.”

***

“Aduh, bagaimana ini? Apa dia akan menyukai bajuku? Apakah aku terlihat aneh? Apa rambutku sudah rapi? Aku tampan, ‘kan? Ayolah, katakan kalau aku ini tampan.” Sungjong sibuk berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya, berulang kali melirik pantulan dirinya di atas cermin.

Sementara itu, yang diajak berbicara, hanya bisa duduk di atas kasur Sungjong sembari mengamati pemuda itu dengan kedua matanya yang bulat dan polos.

“Sebaiknya kita pergi ke taman bermain, ‘kan? Ah, tidak… tidak, atau menonton film saja?”

“Miaaaw.” Si kucing hanya bisa mengeong pelan, mungkin bingung mendengar ocehan tanpa henti tuannya.

“Kira-kira, Miyoung suka film macam apa, ya?” Sungjong mengangkat kucing berbulu kuning keemasan itu dan mendekatkan wajah mereka sambil bergumam pelan. Tak lama kemudian, ia mulai menggoyang-goyangkan tubuh hewan peliharaannya itu ke kanan dan ke kiri, gemas karena tidak kunjung mendapatkan jawaban.

“Bagaimana, hm? Kau tidak mau memberiku saran?”

“Miaaaaaauw!”

Baiklah, Sungjong, kau sudah gila! Bagaimana mungkin kucing itu bisa memberimu tips-tips untuk kencan pertama? Kucing tidak paham dengan bahasa manusia!

“Sungjoooong!! Miyoung ada di depan rumah!!” Teriakan Sungyeol tiba-tiba menggema ke seluruh rumah, membuat Sungjong terlonjak kaget. Pegangannya pada si kucing terlepas, menyebabkan hewan malang itu meluncur bebas –dan untungnya –tepat ke atas kasur Sungjong.

“MIAAWW!”

“Miyoung di depan rumah?! Bukankah aku sudah bilang akan menjemputnya?”

“Lee Sungjong! Kau mau membiarkan gadis malang ini menunggu berapa lama, hah?!”

“Oke, oke, Hyung! Aku keluar sekarang!” Sungjong balas berseru sembari menatap bayangannya di cermin untuk kali terakhir. Setelah merasa semuanya sempurna, ia bergegas menyambar ponsel dan dompetnya kemudian melangkah keluar menuju ruang depan.

“Ck, aku heran kenapa Miyoung mau berpacaran denganmu,” decak Sungyeol tatkala sang adik berjalan melewatinya.

Yang diejek hanya bisa mendelik kesal, memutuskan untuk mengabaikan kata-kata Sungyeol sepenuhnya. Ia tidak punya waktu untuk berdebat dengan kakaknya yang kelewat childish ini. Dengan cepat, Sungjong segera melangkah menuju teras rumahnya untuk menemui sang kekasih. Masalah Sungyeol bisa ia atasi nanti, setelah ia puas melewatkan harinya dengan Miyoung.

“Sungjong-a!”

Suara lembut dan ceria itu mengalun memasuki indera pendengaran Sungjong. Senyum pun langsung terulas di bibir pemuda itu, seiring dengan degup jantungnya yang mulai berdentam tak karuan dan rasa gugup yang merambati sekujur tubuhnya.

“H-hei, Miyoungie. Eumm… maaf, harusnya aku ‘kan menjem-”

“Tidak apa,” Miyoung memotong cepat seraya mengibaskan tangannya, menunjukkan bahwa ia tidak berkeberatan. “Toh, rumah kita berdekatan.”

“Oh, oke. Err, kita jadi pergi sekarang?”

“Tentu!”

Sungjong terkekeh kecil melihat semangat Miyoung yang meluap-luap itu. Kecemasannya hilang seketika itu juga. Sekujur tubuhnya terlihat lebih santai, kedua tangannya ia masukkan ke kantung celana sembari melangkah dengan ringan di samping gadisnya.

“Kauingin pergi kemana, Miyoungie?”

“Belum kupikirkan. Kau sendiri?”

“Hmmm, kau pilih taman bermain atau menonton film?” Sungjong balik bertanya. Miyoung menggigit bibirnya sejenak, mempertimbangkan kedua pilihan itu.

“Menonton sepertinya seru! Kau suka film horor, tidak?”

“Film horor? Tentu saja!” sambar Sungjong cepat, matanya berbinar cerah saat mendengar ucapan Miyoung barusan. Tawa riang pecah di antara keduanya, percakapan demi percakapan mengalir dengan mudahnya.

Diam-diam, Sungjong menghela napas lega. Kekhawatirannya kemarin malam tidak terbukti. Sejauh ini, tidak ada sesuatu yang salah di antara mereka. Semuanya tampak sempurna, dan yang terpenting, Miyoung terlihat begitu bahagia saat berada di sisinya.

“Hei, Sungjong-a…”

“Ya?”

“Mendadak aku teringat sesuatu.”

“Apa?” Sungjong menelengkan kepalanya, bingung melihat ekspresi Miyoung yang mendadak terlihat geli dan sibuk menahan tawa. Lelaki itu membiarkan kedua alisnya bertaut, sementara kedua bola matanya sibuk mencari-cari kejanggalan yang ada. Apa ada yang salah dengan penampilannya? Apa ia berbau tidak enak? Oh, jangan bilang ritsleting celananya belum terpasang dengan benar!

“Lain kali, kau tidak perlu repot-repot begitu jika ingin mengajakku kencan.”

“Repot bagaimana?”

“Kautahu, memilih baju dengan padanan warna favoritku,” Miyoung mengedikkan kepala sambil menunjuk kaus putih dan celana biru Sungjong, kemudian melanjutkan, “bahkan sampai mengobrak-abrik lemari pakaianmu dan meminjam celana milik Sungyeol Oppa. Kau terlihat pantas memakai apapun, kok.”

“Bagaimana bisa–“

“Dan lagi, aku tidak menyangka kalau kau…”

“Aku apa?”

“Mengajak fotoku berbicara di malam hari dan memeluknya di saat kau tertidur. Jangan bilang kau sudah melatih semua percakapan kita hari ini di depan pigura berisi fotoku itu.”

Sungjong terdiam seketika, kedua kakinya serasa dipaku ke atas jalanan. Semua hal bodoh yang ia lakukan tempo hari… bagaimana bisa Miyoung mengetahuinya? Apa gadis itu baru saja membongkar semua aibnya dan membuat harga diri Sungjong jatuh?

“Hei… hei… tunggu sebentar! Kau… tahu darimana?” Sungjong menghentikan ocehan Miyoung dengan sebelah tangan, iris hitamnya melebar penuh kecemasan. Mau ditaruh di mana mukanya setelah ini?

“Oh, itu. Kaulupa kalau rumahku berada di depan rumahmu? Kamar kita bahkan saling berhadapan. Tentu saja aku melihatnya dengan mata kepala sendiri, jendela kamarmu ‘kan selalu terbuka lebar.”

Rahang Sungjong jatuh detik itu juga.

Oke, Lee Sungjong. Kau bodoh!

Benar-benar bodoh!

“Lalu, tadi pagi…”

“Ada apa dengan tadi pagi?”

“Tadi pagi, Sungyeol Oppa bilang kau sibuk mengobrol dan meminta saran pada kucing peliharaanmu. Jadi, ia menyuruhku untuk menjemputmu. Siapa tahu kau lupa dengan acara kita hari ini.”

“Sungyeol Hyung mengatakan itu semua padamu?!”

Seakan belum cukup, Miyoung hanya mengangguk dengan polosnya mendengar jeritan Sungjong barusan. Pemuda itu mengacak-acak rambutnya dengan frustasi, kesal karena semua kekonyolannya terbongkar begitu saja. Memang sih, ia juga bersalah karena telah membiarkan jendela kamarnya terbuka lebar dan memberi akses bagi Miyoung untuk memata-matai tingkah gilanya. Namun, haruskah sang kakak –Sungyeol –membeberkan aibnya yang lain dan menambah panjang daftar kebodohannya?

Sungyeol Hyung benar-benar…!!!

Sungjong bersumpah, ia tidak akan membiarkan kakaknya itu tertawa di atas penderitaannya lagi. Memangnya ia tidak bisa membalas semua tindakan usil Sungyeol itu? Sungjong lebih dari mampu untuk melakukannya!

Dengan cepat, ia mengeluarkan ponselnya dari dalam saku dan mulai mengetikkan sebaris pesan penuh emosi di sana. Lihat saja, Lee Sungyeol! Lihat saja nanti!!

“Tapi… aku menyukainya kok.”

Ha?” Sungjong mendongak dari keasyikannya menulis pesan, mendadak tersadar bahwa Miyoung masih setia berdiri di sampingnya. Gadis itu tersenyum malu-malu, kemudian mengulurkan tangannya untuk menggenggam milik Sungjong.

“Aku menyukainya. Mungkin kau merasa malu karena aku telah mengetahui semua perbuatan konyolmu itu, tapi aku suka.”

“Su… ka?”

Yep. Laki-laki hanya akan bertingkah bodoh karena gadis yang benar-benar dicintainya. Melihatmu seperti itu membuatku yakin kalau….”

“Kalau?”

“Kalau kau sungguh-sungguh mencintaiku,” bisik Miyoung dengan muka bersemu merah. Hening menggantung di antara mereka, membiarkan Sungjong tertegun sejenak dan mengizinkan kata-kata Miyoung barusan merasuk ke dalam benaknya.

Miyoung menyukainya. Ia tidak berkeberatan dengan semua hal bodoh yang telah Sungjong lakukan. Gadis itu menganggap semua tingkah laku Sungjong sebagai bukti rasa cintanya yang teramat besar.

Kalau begitu, Sungjong pun tidak akan mempermasalahkannya. Tidak apa-apa.

Gadis itu boleh menyaksikan sejuta perbuatan konyol Sungjong, boleh menertawakan Sungjong setiap harinya, dan Sungjong tidak akan merasa keberatan barang sedikitpun. Asalkan Miyoung menyukainya, asalkan gadis itu senang, Sungjong rela melakukan apa saja.

Itu ‘kan maksud dari perkataan Miyoung barusan?

Bahwa setiap lelaki rela melakukan sedikit kebodohan atas nama cinta?

“Sungjong-a, kenapa melamun begitu? Jadi menonton tidak?” Miyoung melambaikan tangannya di depan wajah Sungjong, berusaha menarik perhatian sang kekasih kembali kepadanya. Sungjong mengerjap beberapa kali, kemudian mengangguk mantap.

“Tentu! Ayo kita bersenang-senang!”

Sungjong mengeratkan genggaman tangan mereka, kemudian bergegas menarik gadis itu menuju salah satu gedung bioskop yang ada. Semua rasa kesalnya sudah menguap pergi. Miyoung benar. Tidak ada yang salah dengan semua tingkah anehnya kemarin. Itu semua adalah hal yang wajar, terlebih jika kau sedang dilanda virus-virus memabukkan bernama cinta.

.

.

 Tapi… tunggu sebentar!

Ada sesuatu yang salah disini.

Miyoung tidak sepenuhnya benar.

Sungjong mengeluarkan ponselnya lagi dengan sebelah tangan, membaca pesan untuk Sungyeol yang masih tersimpan di draft-nya. Sungjong boleh saja merelakan semua perbuatan bodohnya dilihat oleh Miyoung, namun itu semua ‘kan pengecualian. Miyoung adalah pacarnya, ia memang punya hak untuk itu.

Namun, berbeda dengan Miyoung, kakaknya sama sekali tidak berhak untuk menyebarkan aib Sungjong begitu saja.

Well, balas dendam harus tetap terlaksana, bukan?

Sungjong menyunggingkan seulas senyum penuh kemenangan, dengan cepat menekan tombol send di ponselnya. Kekehan puas terlontar dari bibirnya, membuat kepala Miyoung cepat-cepat tertoleh ke arahnya.

“Ada sesuatu yang lucu?”

Hmm, tidak. Ayo kita mengantri tiket,” balas Sungjong cepat seraya menyelipkan ponselnya kembali ke dalam kantung celana. Miyoung mengangguk paham, keduanya bergegas berdiri di belakang barisan orang-orang yang sedang sibuk mengantri.

Sementara itu, Sungjong bisa merasakan ponselnya bergetar, tanda bahwa satu pesan sudah berhasil terkirim.

Mari kita lihat bagaimana kau akan mengatasi ini, Lee Sungyeol.

 

***

Message delivered.

To: Sungyeol Hyung

 

Hai, Hyung! Terima kasih banyak sudah membocorkan hal-hal bodoh yang kulakukan tempo hari kepada Miyoung. Sebagai gantinya –dan karena aku adalah seorang adik yang baik hati –aku akan mengirimkan beberapa fotomu saat sedang menyamar menjadi wanita kepada Sujin noona. Kudengar, kau sedang dalam masa pendekatan dengannya, kan? Kira-kira, bagaimana ya reaksi Sujin noona? Aku tidak sabar mendengar ceritanya.

Adikmu yang manis, Sungjong :3

 

–kkeut–

 

A/N:

I’M BAAAACK!!!

Lega rasanya, akhirnya UN berakhir dan aku mulai bisa nulis lagi untuk melunasi utang-utang ficku. Anggap saja fic yang ini sebagai tanda aku comeback (yang lagi-lagi lebih duluan daripada comeback-nya EXO)

LAL, buat yang nunggu, terbit sekitar hari Rabu atau Kamis ya… aku butuh mendinginkan otak dulu sebelum berkutat dengan jalan ceritanya yg complicated.

EXOseries bakal terbit habis LAL, tapi belum nentuin tanggal juga sih~

dan mungkin (mungkin lho ya…) kalau aku sempat, bakal ada HunHan special untuk ulang tahun mereka :3

oh, well, dan tolong maafkan saya karena telah menistai anak INFINITE di sini… maklum, mereka itu bener-bener racun dan sekarang saya lagi tergila-gila sama maknae satu itu *tunjuk cover*

Last, mind to review? 🙂

 

Advertisements

7 thoughts on “Stupid Things

  1. Like what i said on twitter. Liat posternya aja aku ngakak. Jangan tanya kenapa. Aku juga nggak tau xDv

    Mer!!!!! Unmood bener-bener terlupakan!

    Setelah liat posternya aku ngakak, akhirnya penasaran list genre, jarang2 kan liat genre 😛 lagi-lagi cuma liat genrenya aja aku udah ngakak (mungkin ini tanda2 gila -.-)

    Tampan? Sungjong tampan??? Yang aku bayangin dia cantik :p

    Dan itu seharusnya sunggyu, bukan sungyeol. Karna yang muncul di imajinasiku malah sunggyu -_- hiburan lain ngeliat sungjong diomelin xD

    Seharusnya aku punya firasat sama jendela itu… kwahahahaha sumpah nggak kebayang gimana malunya sungjong xD

    Tambahin dong mer, what they did on theater, e.g holding hands gitu atau suap-suapan (?) *abaikan* romancenya berasa selingan… Walau itu pas miyoung bilang dia suka liat tingkah sungjong, beneran dapet bangetttttt~ dan yang bikin tambah dapet, aku beneran muter Man In Love xDD bahkan sampe sekarang masih ini lagu xD

    Sekian~~~ bener-bener balikin mood!~

    p.s kenapa aku penasaran sama nasibnya sungyeol dan sujin ya? XDD

    Like

    • waduh, sampe ngulang tiga kali komentarnya o_O
      ngomong2 apa sih yang salah sama sungjong di posternya? u___u apa karena fic ini comedy, jadi aura comedy-nya ikut kebawa nempel di poster? /apasih/

      yaaaay!! bad mood-nya intan ilaaang xD tuh kan, aku udah bilang kalo fic ini ampuh~ untung ya aku ga publish LAL atau cerita sedih lainnya, bisa2 kamu tambah galau kan /eh /kicked

      sungjong cakep kok… malahan, aku pikirnya sungyeol lebih cantik (nahloh) -,- habis liat perform troublemaker mereka itu, aku jadi gila gini kan, terus berakhir dengan menistai kedua makhluk aneh ini xDD

      haha, kalo masukin sunggyu disini, berarti hubungan mereka bukan kakak-adik lagi dong intaaaan~ itu mah kakek sama cucunya xD /dibantaigyujiji/

      jendelanya udah aku pake buat clue lho padahal di awal… kan aku udah nulis pas malem2 itu, jendela kamarnya sungjong kebuka xD dan yep, begonya dia lupa kalo rumah mereka hadap2an xDD

      tadinya sih emang mau lanjut sampe yg di theater, but really, setelah semua kekonyolan dan kebodohan sungjong kebongkar, aku ga bisa mikirin hal romantis lainnya lagi XD kayaknya apa banget, habis dipermalukan gitu terus sayang2an -__-
      huehehehe, aku juga sambil nyetel Man In Love bikinnya… itu lagu racun banget yaaa, sampe hari ini aja masih kuputer berulang-ulang *_*

      penasaran sama nasibnya sungyeol sujin? haha, kamu bayangin aja deh, kalo kamu cewek terus lagi ditaksir cowok keren macem sungyeol… nah tiba2 kamu dapet fotonya sungyeol pake dress mini sama wig kaya pas perform troublemaker XD apa yg terjadiiii?? /alisnaikturun/

      makasih ya intaaaan! dan untung mood baikmu udah balik! ditunggu ya komentarmu di fic lainnya, aku udah update beberapa tuh *winkwink* 😀

      Like

  2. Kok nggak dihapus aja mer dua komennya? Bikin berantakan xD (yang bikin berantakan kan kamu tan xD)

    Kan pas liat posternya aku belum liat genre mer

    Makasih… Makasih… *tebar confetti* /dibuang ke laut

    Sebenernya baca genre apaan aja ffmu ngilangin galau kok *gombal kwahaha

    Karna pas baca nama sungyeol, yang kepikiran di aku chodingnya dia, nggak dapet marahnya. Sunggyu bias kedua saya ._. /simpen myungsoo di lemari/ puahaha tapi pas teriak LEE SUNGJONG! itu dapet banget sunggyunya, kalo sungyeol di imajinasiku bakal manggil sungjong make suara rendah tatapan tajam /halah xD

    Nah itu, aku nggak nangkep pas kamu kasih clue *getok kepala* yaampun, bisa-bisanya dia lupa pacarnya tetangganya, ini amer ngarep banget tettanggaan ama sungjong atau pacaran sama dia? /kicked

    Iya juga sih, evilnya sungjong keluar, susah bikin romantisnya. Brarti di theater dia juga nonton film komedi dong kwahaha

    Aku malah nggak addict sama Man In Love, lebih addict ke lagu balladnya mereka xD

    Kalo aku jadi sujin, aku bakal nyuruh sungyeol dandan begitu di depanku~ puahahaha masih belum puas nistain sungyeol xD /ditendang

    Semalem aku udah pengen baca ff lainmu, tapi tiba2 tepar xDDDD

    Like

    • udah kuhapuuuus xDD hehe, habis kemaren online hape, susah mau ngehapus-hapus komen gitu :p

      pfffft, kamu gombalin aku tan? yakin apapun ngilangin badmood? fic yang galau atau angst juga? o_O

      emang sih sunggyu lebih cocok, tapi itu dia masalahnyaaa… gyujiji sama sungjong itu ga dapet feel kakak adiknya… aku berasa aneh mau pake sunggyu disini -__-

      eummm, yang tetanggan itu yaa…. ngarep sih tan sebenernya .__. /heh xDD habis, di deket rumahku isinya cuma anak2 kecil, mana ada cowok kece (tapi bego) macem sungjong… apalagi yg kaya L… behhh, ga mungkiiiin /yaiyalah!/

      itu pas di theater nonton horor kok, kayaknya udah kusebutin di awal deh yaaa… kan maknae satu ini maniak film horor xD

      aku addict sama Still I Miss You jugaaaa :3 tapi berhubung aku lagi ga pengen galau (?) jadi nempel sama Man In Love deh~

      dan kalo aku jadi sujin, aku mau nyuruh sungyeol dance troublemaker sekali lagi di depanku xDDD /brb, ngakak dulu/

      behhh, kalo udah ga sibuk dan ga tepar dibaca yaaaaa *winkwink*

      Like

      • Puahaha, nggak kok nggak gombal. Beneran deh /cubit cubit amer/ xD bisa kok, genre thriller pun bisa xD

        Kok bisa nggak dapet feelnya? Sunggyu berasa ajussi nongkrong di gang ya /kicked

        Kiakkkkk~ aku juga mau puya tetangga cakep~~~~ hoyaaaa aku mau hoyaaaa /masukin L ke karung/ xD

        Tapi aku lupa kalo mereka mau monton horor ._.v berarti aku emang aku nggak cocok sama sungjong /lempar sungjong ke kucing/ xD

        Dance didepan kamu atau kamu sekalian ngegantiin sungjong?? :O

        Udah aku baca yg di finlad itu, tapi belum sempet komen v^____^v

        Like

    • haloooow, selamat datang di blog sederhana ini yaaa 😀
      hahaha, itu sungjong lebih ke konyol bin bego deh kayaknya daripada lucu xD dan sungyeol itu jahil setengah matiii, hehe xD

      thanks ya udah mampir 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s