[oneshot] Thank You For Your Love

Standard

Thank You For Your Love

Main Cast:

  • CNBlue Lee Jong Hyun
  • (OC) Yuuki Tsukishiro

Minor Cast:

  • CNBlue member (especially Yong Hwa)

Genre: Romance, Friendship

Rating: PG-15

Disclaimer: Storyline, OC, and picture belong to me. CNBlue belong to God (?) and FNC Entertainment. Lee Jong Hyun is belong to me xDD. Inspired by CNBlue song “Arigatou” and our Burning Guitarist “Jong Hyun”.

Note: Dictionary is in the end of the story. This story take place in Japan, when CNBlue was having their trainee time there.

===================

Yuuki Tsukishiro mengetuk-ngetukkan jarinya ke atas meja seraya bergumam kesal. Kedua matanya terus-menerus melirik sosok seorang laki-laki yang duduk beberapa meja di hadapannya. Keputusan Kitagawa sensei –guru seni musik di sekolahnya –tadi bagaikan vonis mati baginya. Yuuki terpaksa berpasangan dengan laki-laki itu dalam tugas yang diberikan oleh Kitagawa sensei tadi. Laki-laki yang dihindari semua siswa di sekolahnya.

Laki-laki itu, Lee Jong Hyun.

Satu-satunya orang Korea di kelas ini. Si guitar freak. Anti-sosial. Pendiam. Dan aneh.

Yuuki tidak mau.

Yuuki menghela napas berat. Ia tidak tahu harus bagaimana. Teman-teman sekelasnya yang lain sudah mulai berdiskusi dengan pasangan mereka masing-masing, sedangkan Yuuki masih tetap berdiam diri di tempat duduknya. Padahal, tugas kali ini tidak bisa dibilang mudah. Kitagawa sensei meminta mereka untuk mengaransemen sebuah lagu dan menyanyikannya bersama. Satu lagi bencana untuk seorang Yuuki Tsukishiro. Yuuki boleh saja memiliki suara yang bagus dan pandai dalam bernyanyi, tapi mengaransemen lagu jelas bukanlah keahliannya.

Perlahan, Yuuki bangkit berdiri dan berjalan menghampiri meja Jong Hyun. Walaupun Yuuki tidak menyukai pembagian pasangan ini, tugas tetaplah sebuah tugas. Yuuki harus mengajak makhluk anti-sosial itu berdiskusi bersama kalau ia tidak mau mengerjakan tugas ini sendirian.

“Eumm, Jong Hyun-san…” Yuuki mencoba memanggil laki-laki itu dan mengeluarkan senyum teramahnya, sembari berharap bahwa ia tidak akan diabaikan begitu saja.

“Ya?”

Yuuki nyaris saja melompat kaget saat Jong Hyun menoleh ke arahnya dan mengeluarkan satu kata singkat itu. Tatapan mata Jong Hyun yang terkesan tajam dan dingin itu membuatnya terlihat semakin galak.

“Err… kita satu kelompok… Kau tahu kan? Tugas dari Kitagawa sensei…

“Aku tahu,” potong Jong Hyun singkat, masih mempertahankan nada dinginnya. Tiba-tiba saja, laki-laki itu bangkit berdiri dan menyampirkan guitar case miliknya ke pundaknya.

“Kau mau kemana, Jong Hyun-san? Kita harus…”

“Kapan kau mau mengerjakannya, katakan saja padaku. Sekarang, aku harus pergi.”

“Eh, Jong Hyun-san…

Terlambat. Yuuki baru saja akan mencegah laki-laki itu pergi, namun ia kalah sigap. Jong Hyun sudah menghilang di balik pintu kelasnya, meninggalkan Yuuki yang masih terdiam kebingungan di dalam kelas. Gadis itu benar-benar tidak tahu harus berbuat apa. Pasangannya dalam tugas ini menghilang begitu saja dan tampaknya sangat susah diajak bekerja sama. Dan Yuuki tidak cukup berani untuk terus mengejar-ngejar atau membujuk Jong Hyun agar mau bekerja sama dengannya.

Yuuki menatap meja kosong Jong Hyun dengan pandangan kesal. Kemungkinan bahwa ia tidak akan mendapatkan nilai dalam tugas ini sangatlah besar. Dan Yuuki tidak suka itu.

***

Kemana laki-laki itu?

Yuuki memandang meja kosong Jong Hyun dengan tatapan putus asa. Sudah tiga hari laki-laki itu tidak masuk sekolah, dan tugas mereka belum memiliki kemajuan barang sedikit pun. Yuuki menghela napas panjang. Tugas itu harus dikumpulkan empat hari lagi. Empat hari! Itu bukan waktu yang lama, kan?

“Kau tahu apa yang kulihat kemarin di café?”

Yuuki menoleh ke arah suara itu. Salah seorang temannya sedang menceritakan sesuatu dengan suara yang cukup keras untuk didengar seisi kelas.

“Si guitar freak itu! Kemarin aku melihatnya bernyanyi di café bersama teman-teman satu band-nya!”

Yuuki membelalakkan matanya begitu mendengar kalimat yang terlontar dari mulut temannya. Jadi itu yang dilakukan seorang Lee Jong Hyun selama tiga hari ini? Membolos sekolah, mengabaikan tugas mereka, dan malah bernyanyi di café?

Café mana yang kau maksud?” tanya Yuuki cepat. Yuuki tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Ia akan menemui pemuda itu, kalau perlu hari ini juga Yuuki akan mencarinya. Ia bukanlah orang yang suka menunda-nunda tugas. Yuuki segera mencatat alamat yang diberikan oleh temannya itu, kemudian buru-buru mengucapkan terima kasih.

Lihat saja, Lee Jong Hyun! Aku tidak akan melepaskanmu begitu saja!

***

Yuuki memandang ke arah sudut café itu –tepatnya pada sebuah panggung kecil –dengan tatapan tidak percaya. Matanya terpancang pada keempat laki-laki yang sedang asyik bercengkerama dengan alat musik mereka masing-masing, mengalunkan sebuah lagu ke seluruh penjuru café. Bukan penampilan dan suara mereka yang membuat Yuuki terpana, tetapi laki-laki yang memegang gitar dan berdiri di sudut paling kanan itu yang membuatnya terkagum-kagum.

Lee Jong Hyun.

Tapi, benarkah itu dia? Yuuki hampir tidak mempercayai penglihatannya sendiri. Laki-laki itu memang mirip dengan Jong Hyun teman sekelasnya, tapi sikap laki-laki itu tidak seperti Jong Hyun. Jong Hyun yang Yuuki tahu adalah seseorang yang anti-sosial, pendiam, dan tidak pernah tersenyum kepada siapapun. Tapi orang yang sedang berdiri di atas panggung ini berbeda. Jong Hyun yang ada di depan matanya ini sedang tersenyum ceria. Jari-jarinya memetik senar gitar dengan lihai, suaranya mengalun merdu, dan tatapan matanya penuh dengan kebahagiaan.

Yuuki mengerjapkan matanya berulang kali. Ia masih terus memperhatikan performance yang dibawakan oleh band Jong Hyun dan teman-temannya itu. Tujuan awalnya tadi –untuk memarahi dan menasihati Jong Hyun –mendadak terlupakan begitu saja. Ia terpesona –meskipun ia tidak mau mengakuinya begitu saja –pada performance yang sedang dibawakan oleh Jong Hyun.

“Tsukishiro-san?”

Yuuki tersentak kaget. Rupanya ia terlalu larut pada musik yang dibawakan oleh band milik Jong Hyun tadi. Yuuki mengedipkan matanya sekali, kemudian memandang sesosok laki-laki yang sedang berdiri di hadapannya.

“Ada apa mencariku?” Yuuki tertegun mendengar nada suara yang digunakan oleh laki-laki di depannya itu. Rupanya, Jong Hyun sudah kembali bersikap dingin dan pendiam. Berbeda sekali dengan saat ia berada di atas panggung.

“Err… Jong Hyun-san, aku…” Yuuki menarik-narik ujung jaketnya dengan gugup, mendadak semua makian yang akan ia lontarkan untuk Jong Hyun lenyap begitu saja.

“Teman sekolahmu, Jong Hyun-a?” Yuuki mendengar suara seseorang yang bertanya menggunakan bahasa asing. Ternyata, teman-teman satu band Jong Hyun sudah mengerumuni mereka. Yuuki melihat Jong Hyun menoleh kemudian mulai mengobrol dengan teman-temannya. Yuuki mendengus kesal. Ia terlihat seperti orang bodoh di tengah orang-orang Korea ini. Berani sekali Jong Hyun mengabaikannya begitu saja.

Konbanwa, watashi wa Yong Hwa desu,” Yuuki –yang sedang sibuk mengumpat Jong Hyun dalam hati –menoleh dan menyadari salah satu teman Jong Hyun berbicara menggunakan bahasa Jepang padanya.

“Ah, watashi wa Yuuki Tsukishiro desu. Yoroshiku onegaishimasu,” Yuuki balas memperkenalkan dirinya sembari membungkuk sopan. Teman Jong Hyun ini jauh lebih ramah dan sopan, batin Yuuki.

“Kau ada perlu dengan Jong Hyun? Kami bisa pergi terlebih dulu kalau kau perlu mengobrol dengannya,” lagi-lagi orang bernama Yong Hwa itu berbicara. Yuuki mengangguk ragu.

Ya! Yong Hwa hyung! Kalian mau pulang duluan?” Yuuki bisa mendengar nada protes dalam ucapan Jong Hyun yang tidak ia ketahui artinya itu.

“Sudahlah Jong Hyun, kami tahu kalau kau butuh waktu berduaan. Selamat berkencan!” balas Yong Hwa sambil tertawa lebar. Yuuki memperhatikan punggung Yong Hwa dan kedua orang lainnya yang sudah berjalan menjauhi mereka, sementara Jong Hyun masih mengomel kesal menggunakan bahasa yang tidak Yuuki kenal.

“Jong Hyun-san?” ragu-ragu Yuuki mencoba memanggil Jong Hyun dengan suara pelan. Jong hyun menoleh ke arahnya, melemparkan tatapan tajamnya yang biasa.

“Tugas itu…”

“Ya?” sambar Yuuki cepat. Akhirnya kesabarannya membuahkan hasil. Senyum lebar mulai terukir di wajahnya. Seorang Lee Jong Hyun mau juga ia ajak berdiskusi dalam tugas ini.

“Lagunya, serahkan saja padaku. Besok malam, datanglah ke café ini lagi.”

“Eh?”

“Aku harus pulang. Konbanwa, Tsukishiro-san.”

Senyum ceria Yuuki tadi lenyap begitu saja. Yuuki menatap punggung Jong Hyun yang juga mulai bergerak menjauh, kemudian kembali bergumam kesal. Bagaimana bisa tingkahnya saat di atas panggung tadi sangat berbeda dengan tingkahnya di depan Yuuki?

Dan apa maksudnya dengan perintah Jong Hyun itu? Serahkan saja padaku? Maksudnya ia ingin bekerja sendirian, tanpa bantuan Yuuki? Yuuki menggeleng-gelengkan kepalanya dengan bingung. Ia hanya bisa berharap: bahwa Jong Hyun akan benar-benar menyelesaikan tugas mereka seperti ucapannya tadi.

***

Kimi no kotowa itsumo mite iru yo (I’ve always see you)

Yasashii egao arigatou (Thank you for your gentle smiling face)

Arigatou kono kimochi kimi dake ni iu yo (I would like to tell you only this feeling of thankfulness)

Ima made boku wo mite kureta koto (for watching over me so far)

Malam ini, Yuuki kembali menyaksikan performance Jong Hyun dan band­-nya dengan tatapan penuh kekaguman. Lagu yang sedang mereka bawakan saat ini cukup menarik perhatian beberapa pengunjung café, termasuk Yuuki.

Yuuki menatap Jong Hyun yang tampak tenggelam dalam permainan gitarnya dan menyanyikan lagu dengan penuh penghayatan. Ekspresi wajahnya yang biasanya tampak dingin dan pendiam digantikan dengan ekspresi penuh kelembutan. Yuuki masih tidak habis pikir, bagaimana bisa seorang Lee Jong Hyun memiliki ekspresi seperti itu. Dan entah kenapa, melihat Jong Hyun yang seperti ini mampu membuat Yuuki merasa tenang dan nyaman.

Ima demo omoi dasu sono yasashii egao (Until now, I still can remember your gentle smiling face)

Boku ni te o sashi dasu kimi wo (You, for reaching out your hands to me)

 

Ima made arigatou arigatou ima demo sou (So far until now, thank you and thank you to you even now)

Mae he susumu hontou no imi ima nara wakaru (The meaning of moving forward I can understand it now)

Ima made arigatou egao wo arigatou kimi (Thank you… thank you… Thank you for your smiling face)

Yowamushi jibun wo koete ima koko de utau yo (To overcome my weakness, I’m singing right here now)

Yuuki menggerak-gerakkan kepalanya sesuai dengan irama lagu. Meskipun baru pertama kali mendengarkan lagu ini, Yuuki langsung menyukainya. Nada dan liriknya bisa dibilang sederhana, namun disinilah keunggulan lagu ini. Mengucapkan terima kasih kepada seseorang secara sederhana. Mengucapkan terima kasih atas hal-hal yang mungkin bisa dibilang simpel, tetapi bermakna.

Tanpa Yuuki sadari, performance mereka berakhir begitu saja. Spontan, Yuuki bertepuk tangan keras, tidak memedulikan tatapan yang dilemparkan oleh pengunjung lainnya. Jong Hyun dan teman-temannya mungkin saja masih band amatiran, tetapi penampilan mereka tadi telah membuat Yuuki terkagum-kagum untuk yang kedua kalinya.

“Kau menyukainya?”

Yuuki mendapati bahwa salah satu teman Jong Hyun kemarin –kalau tidak salah namanya Yong Hwa –sudah berdiri di hadapannya. Yuuki mengangguk dengan penuh semangat sembari tersenyum lebar. Jujur, ia memang sangat menyukai lagu tadi.

“Jong Hyun yang membuatnya,” lanjut Yong Hwa. Yuuki langsung membelalakkan matanya dan melempar pandangan penuh tanya ke arah Jong Hyun, namun yang ditatap hanya menunduk dan terkesan tidak peduli.

“Waaa, sugoi!” seru Yuuki penuh kekaguman. Yong Hwa dan kedua temannya sontak tertawa saat melihat reaksi Yuuki. Setelah mengobrol sejenak –Yuuki cukup terkesan dengan kemampuan bahwa Jepang mereka –mereka bertiga buru-buru berpamitan dan menghilang dari hadapan Yuuki. Meninggalkan Yuuki dan Jong Hyun di café itu–berdua saja.

“Kau suka?”

Yuuki menatap Jong Hyun yang tiba-tiba menanyakan pertanyaan super singkat itu kepadanya. Suka? Suka apa?

“Lagunya.”

“Ah, hai. Hontou ni suki desu,” jawab Yuuki terus terang. Jong Hyun memandang Yuuki dengan pandangan yang tak dapat Yuuki artikan, kemudian mereka sama-sama terdiam.

“Jong Hyun-san… tugas…”

“Kita akan menggunakan lagu itu,” potong Jong Hyun cepat.

“Lagumu?”

Hai.”

Yuuki terdiam lagi. Ia tidak menyangka bahwa yang dimaksud Jong Hyun dengan ‘serahkan saja padaku’ adalah mereka akan menggunakan lagu buatan Jong Hyun sendiri. Normalnya, teman-teman sekelasnya yang lain akan memakai lagu yang sudah ada, kemudian mengaransemen lagu tersebut sesuai dengan gaya mereka masing-masing. Laki-laki di depannya ini sungguh penuh dengan kejutan, batin Yuuki kagum.

“Keberatan?” suara bernada dingin itu kembali menginterupsi pikiran Yuuki. Buru-buru Yuuki menggeleng. Lagu itu sangat bagus, dan Yuuki sangatlah setuju untuk menggunakan lagu tersebut dalam tugas mereka.

“Kalau begitu, kita akan bernyanyi bergantian,” sahut Jong Hyun sambil mengeluarkan selembar kertas dan memberikannya pada Yuuki. Yuuki menerimanya dan membaca judul yang tertera di atas kertas itu. Arigatou. Di bawahnya, terdapat lirik lagu yang tadi dinyanyikan oleh Jong Hyun.

Hontou ni arigatou, Jong Hyun-san… Jujur, aku tidak tahu harus mengerjakan tugas ini dengan cara apa karena aku sama sekali tidak bisa mengaransemen lagu… jadi…”

“Aku pulang dulu,” perkataan itu memotong ucapan panjang lebar Yuuki. Yuuki melihat Jong Hyun yang sudah berjalan menuju pintu café dan membukanya–jelas-jelas mengabaikan ocehan Yuuki tadi. Namun kali ini Yuuki sama sekali tidak merasa marah ataupun kesal.

Hari ini, ia seperti melihat sisi lain dari seorang Lee Jong Hyun yang terkenal anti-sosial itu. Siapa yang menyangka bahwa orang pendiam sepertinya mampu menciptakan sebuah lagu yang begitu indah? Yuuki menatap kertas berisikan lirik lagu di hadapannya kemudian tersenyum lebar. Ia berjanji akan membawakan lagu ini sebaik mungkin.

***

“Yuuki Tsukishiro. Lee Jong Hyun.”

Yuuki menarik napas panjang, kemudian mengembuskannya lagi. Untuk pertama kalinya, ia merasa begitu gugup saat akan tampil di depan kelas. Masalahnya, ia baru berlatih lagu itu dengan Jong Hyun sekali saja. Sekali! Itu pun baru mereka lakukan tadi malam setelah Jong Hyun menyelesaikan perform-nya di café.

Yuuki menatap Jong Hyun yang sudah berada di depan kelas dan sibuk mengatur gitarnya. Perlahan, Yuuki berjalan ke depan kelas dan berdiri di samping Jong Hyun. Matanya menangkap pandangan penuh minat dari seluruh penjuru kelas, jelas sekali bahwa mereka penasaran dengan penampilan seorang Lee Jong Hyun yang akan berduet dengan Yuuki.

“Lebih baik kita cepat-cepat menyelesaikan penampilan ini,” desis Yuuki ke arah Jong Hyun. Jong Hyun hanya menatap Yuuki sekilas, kemudian mengangguk. Detik berikutnya, alunan suara gitar telah mengalun ke seluruh sudut ruangan. Yuuki mengambil napas panjang, kemudian mulai menyanyikan bagiannya dalam lagu tersebut.

Kimi no koto wa itsumo omotte ruyo (I’ve always think of you)

Boku he no kotoba arigatou (Thank you for your words for me)

Arigatou kono kimochi kimi ni ii tainda (I just want to say this feeling of thankfulness to you)

Itsudemo soba ni ite kureta koto (For always staying by my side)

 

Ima demo omoi dasu sono kotoba no imi wo (Even now, still can remember the meaning of the word)

Soko ni kakurete ita imi wo (The hidden meaning of it)

 

Ima made arigatou arigatou ima demo sou (So far until now, thank you and thank you to you even now)

Mae he susumu hontou no imi ima nara wakaru (The meaning of moving forward I can understand it now)

Arigatou arigatou arigatou (Thank you… thank you…thank you)

Yowamushi jibun wo koete ima koko de utau yo (To overcome my weakness, I’m singing right here now)

Kimi ni arigatou (Thank you to you)

Diiringi oleh petikan lembut dari gitar Jong Hyun, Yuuki menyelesaikan lagu itu dengan perasaan puas. Setidaknya, mereka tidak membuat kesalahan yang berarti. Suara lembut Yuuki dan Jong Hyun pun menyatu dengan indah. Yuuki membungkuk singkat untuk memberi hormat dan tepat saat ia mengangkat wajahnya, seisi kelas sedang memberikan tepuk tangan meriah untuknya. Terpana, Yuuki menatap teman-teman sekelasnya sambil membungkuk berulang kali untuk mengucapkan terima kasih. Begitu pula dengan Jong Hyun yang berdiri di sampingnya.

“Yuuki Tsukishiro, Lee Jong Hyun. Kalian menciptakan lagu ini sendiri?” tanya Kitagawa sensei, yang langsung sukses membuat seisi kelas terdiam karena penasaran. Yuuki melirik Jong Hyun dari sudut matanya, dan laki-laki itu mengangguk untuk menjawab pertanyaan Kitagawa sensei.

“Nilai kalian, sembilan puluh lima. Seperti yang sudah kuduga, suara kalian terdengar sangat bagus saat berduet tadi,” puji Kitagawa sensei sambil tersenyum simpul. Yuuki menatap gurunya itu dengan pandangan tidak percaya. Sembilan puluh lima? Mereka telah mendapatkan nilai tertinggi di kelas ini.

Hontou ni arigatou gozaimasu, sensei!” seru Yuuki dan Jong Hyun bersamaan. Mereka berdua berjalan kembali ke tempat duduk mereka, diiringi tatapan penuh rasa kagum dan iri dari teman-teman sekelas mereka. Yuuki memandang Jong Hyun yang duduk beberapa meja di depannya, dan tanpa disadarinya, laki-laki itu memutar badannya dan mata mereka pun bertemu pandang. Yuuki buru-buru melemparkan senyumnya ke arah Jong Hyun, bagaimanapun juga tugasnya kali ini selamat berkat bantuan laki-laki pendiam itu. Tak disangka, Jong Hyun pun balas tersenyum kecil, seolah menjawab senyum Yuuki tadi.

Yuuki mengerjapkan matanya kaget, ia yakin sekali bahwa tadi Jong Hyun sempat tersenyum padanya. Ketika ia memandang meja di depannya lagi, Jong Hyun sudah membalikkan badannya membelakangi Yuuki, kembali ke sikap pendiamnya seperti biasa.

Mau tak mau, Yuuki pun kembali tersenyum untuk dirinya sendiri. Satu lagi sisi lain dari kepribadian seorang Lee Jong Hyun yang diketahuinya. Patung es itu rupanya juga bisa tersenyum tulus pada orang lain.

***

Malam itu, Yuuki kembali menyaksikan penampilan Jong Hyun di café. Dengan sukacita, Yuuki menatap Jong Hyun dan Yong Hwa yang sedang menyanyikan sebuah lagu dengan penuh semangat. Mau tak mau Yuuki harus mengakui, ia suka melihat Jong Hyun yang seperti itu. Jong Hyun yang tidak tampak pendiam.

“Baiklah, itu tadi penampilan terakhir kami. Tetapi, masih ada satu lagi penampilan spesial yang akan dibawakan oleh Lee Jong Hyun,” ucap Yong Hwa lancar. Beberapa pengunjung yang ada melihat mereka dengan tatapan heran, tak terkecuali Yuuki. Bahkan Jong Hyun sendiri juga melemparkan tatapan penuh tanda tanya ke arah Yong Hwa.

“Penampilan ini khusus untuk seorang gadis di ruangan ini, yang telah berhasil menarik hati Jong Hyun,” lanjut Yong Hwa tenang. Yuuki mengerjapkan matanya, kaget. Jong Hyun akan menyatakan perasaannya pada seorang gadis? Bisa juga patung es itu berbuat seperti ini.

Yuuki memandang Jong Hyun penuh rasa penasaran. Benaknya dipenuhi dengan berbagai pertanyaan. Siapa gadis itu? Bagaimana caranya ia melelehkan hati seorang patung es? Yuuki menatap Jong Hyun lekat-lekat, menunggu laki-laki itu untuk memulai lagunya. Namun, alih-alih bernyanyi, tampaknya Jong Hyun sedang sibuk berdebat dengan Yong Hwa.

Wajah Jong Hyun tampak malu dan kesal, mungkin karena tiba-tiba Yong Hwa menyuruhnya untuk menyatakan perasaannya. Yuuki melihat Yong Hwa yang sibuk memaksa Jong Hyun sembari mendorong-dorong bahunya. Akhirnya Jong Hyun pun mengangguk pasrah, mungkin ia sudah merasa tidak tahan dengan gangguan Yong Hwa.

“Emm, lagu ini… untuk orang yang mau tersenyum padaku meskipun aku sudah memperlakukannya dengan dingin,” gumam Jong Hyun perlahan sembari memetik senar gitarnya. Tidak lama kemudian, lagu yang sudah dikenal oleh Yuuki mulai mengalun ke seluruh sudut café. Lagu ciptaan Jong Hyun. Lagu yang mereka nyanyikan di kelas. Arigatou.

Yuuki memejamkan matanya, meresapi setiap lirik dari lagu itu. Meskipun ia tidak tahu siapa gadis beruntung yang mendapatkan lagu ini, ia tidak begitu peduli. Memang, Yuuki merasa sedikit iri. Di dasar hatinya, ia ingin Jong Hyun menyanyikan lagu ini untuknya. Namun jika laki-laki itu menyukai perempuan lain yang mungkin sedang berada di café ini–tak jauh dari tempat Yuuki berada sekarang, maka Yuuki akan mengalah. Yang penting, ia bisa mendengarkan Jong Hyun menyanyikan lagu ini, walaupun cuma sekali saja.

Kimi ni arigatou…

Tepat di akhir lagu, Yuuki membuka matanya dan langsung bertatapan dengan sepasang bola mata hitam kecoklatan milik Jong Hyun. Yuuki mengerjapkan matanya, kaget. Setahunya, tadi Jong Hyun berdiri di atas panggung kecil itu dan jarak mereka tidaklah sedekat ini. Kenapa sekarang Jong Hyun sudah berada tepat di depan matanya?

“Yuuki-san…” Yuuki bisa merasakan hembusan napan Jong Hyun di wajahnya. Ia menatap Jong Hyun dengan bingung. Baru kali ini Jong Hyun memanggil namanya langsung, tidak menggunakan marganya lagi. Selain itu, bukankah tadinya Jong Hyun akan menyatakan perasaannya pada seorang gadis? Kenapa ia malah berdiri di depan Yuuki?

Egao o arigatou,” lanjut Jong Hyun perlahan. Yuuki bisa merasakan wajahnya memanas saat seisi café tersebut menyoraki mereka berdua, terlebih saat ia menyadari arti dari kata-kata Jong Hyun barusan. Thank you for your smile…

“Aku…”

“Yuuki-san, lagu tadi untukmu,” tiba-tiba sebuah suara menyela kata-kataku. Suara milik Yong Hwa. Aku menoleh ke arahnya, meminta penjelasan.

“Jong Hyun itu terlalu pendiam, dia selalu bingung bagaimana cara menyatakan perasaannya pada gadis yang disukainya. Makanya, dia membuat lagu itu. Jong Hyun selalu bisa mengungkapkan perasaannya lewat lagu, dibandingkan lewat kata-kata langsung,” jelas Yong Hwa panjang lebar. Yuuki mengangguk mengerti. Namun sedetik kemudian, ia langsung menjerit kaget.

“Gadis yang disukainya? Maksudnya… maksudnya… aku?” pekik Yuuki. Jong Hyun langsung saja mendorong bahu Yong Hwa menjauh, tampak kesal dan malu karena teman satu band-nya itu telah membongkar rahasianya.

“Tentu saja! Dia sudah menyukaimu sejak lama!” lanjut Yong Hwa. Jong Hyun langsung melemparkan tatapan tajamnya, membuat temannya itu sontak terdiam.

“Yuuki-san…”

“Kau… menyukaiku?”

“Lagu itu… kau sudah mendengarnya bukan?” gumam Jong Hyun seraya menggaruk-garuk kepalanya. Jelas sekali, ia tampak tidak nyaman mengungkapkan perasaannya secara terang-terangan seperti ini. Yuuki mengangguk singkat. Pikirannya terasa kosong saat Jong Hyun mengucapkan kata-kata itu padanya. Seorang Lee Jong Hyun menyukainya? Yuuki memang belum terlalu dekat dengannya, namun laki-laki itu telah berhasil membuat Yuuki terpesona setiap ia melakukan perform dengan gitarnya itu. Pertanyaannya, apakah Yuuki juga menyukai Jong Hyun?

“Yuuki-san,” suara Jong Hyun kembali menyentakkan Yuuki ke alam sadarnya. Yuuki menatap wajah Jong Hyun yang hanya berjarak beberapa inci saja dari wajahnya, dan mendadak ia merasakan wajahnya memanas karena malu. Yuuki bahkan bisa mendengar jantungnya yang mulai berdebar tidak karuan. Mungkinkah ini?

“Kenapa? Kenapa kau menyukaiku?”

“Karena kau adalah orang yang selalu tersenyum padaku. Ingat hari pertama aku pindah ke sekolah dulu? Kau orang pertama yang tersenyum dan menyapaku, meskipun aku tidak menyapamu balik,” jelas Jong Hyun. Yuuki yakin saat ini ia sudah terpana karena terkejut melihat Jong Hyun bisa berbicara sepanjang itu. Dan hal itu membuat Yuuki semakin yakin, bahwa Jong Hyun memang serius dengan ucapannya.

“Jadi?”

Kono kimochi o… arigatou, Jong Hyun-san,” balas Yuuki akhirnya sambil tersenyum ceria. Jong Hyun menghela napas lega, kemudian membalas senyum Yuuki dengan tak kalah lebarnya. Sesuatu yang sangat jarang dilihat oleh Yuuki.

“Itu berarti, ya?” Jong Hyun memastikan.

Yuuki tersenyum penuh arti kemudian bergumam pelan, “Mmm, dan sepertinya kita harus berterima kasih kepada satu orang lagi yang telah memasangkan kita berdua sejak seminggu yang lalu.”

“Siapa?” tanya Jong Hyun tak mengerti sambil mengerutkan alisnya.

“Kitagawa sensei.

 ***

Dictionary:

  1. sensei: guru
  2. -san: parttikel untuk memanggil nama seseorang
  3. konbanwa: Selamat malam
  4. watashi wa Yong Hwa desu: Selamat malam, namaku Yong Hwa
  5. yoroshiku onegaishimasu: Senang berkenalan denganmu
  6. sugoi!: menakjubkan!
  7. hai: ya
  8. hontou ni suki desu: Aku sangat menyukainya
  9. hontou ni arigatou: Terima kasih banyak
  10. egao wo arigatou: Terima kasih untuk senyumanmu
  11. kono kimochi wo… arigatou: Terima kasih… untuk perasaanmu itu
Advertisements

18 thoughts on “[oneshot] Thank You For Your Love

  1. kimsungrin

    ameeeerrrrr LOVE IT SO MUCH!!!
    aaaahhhh aku jadi mesem-mesem sendiri niiihhhh. btw yuuki itu aku kan mer #plaaaaakkkkk xD
    NICE, LOVELY, OHHHH ASUMPAH MER SUKA BANGET NI FF!!
    *eh maap asli gak tau caps kepencet hahahahaha ::D

    Like

    • tya_EunRim

      *langsung bales* xDD
      yuuki itu aku lah kak, siapa dulu authornya xDD tuh di disclaimer aja tulisannya lee jong hyun is belong to author =p

      kekeke~ gpp kak capsnya lepas, itu si burning emang hobi bikin kita2 jantungan *mendadak pingsan* xDD

      anyway, saengkyu kak :**

      Like

      • kimsungrin

        muahahaha xD
        mwo mwo mwo? apa kamu boice juga mer?
        hahaha aduh emang dah tuh orang selain jantungan mimisan juga iya hahaha

        Like

      • tya_EunRim

        kwahhahha~ aku? aku bukan.boice kak, aku FNCbiased xDD suka semua produk keluaran FNC xDD

        but yes, I’m a Burning Souls xDD

        emang -,- aku denger suaranya dia aja bisa senyum2 + deg2an nggak jelas kok xD

        Like

  2. myahhhh!!! x3 ikut2an gue lu pake bahasa Jepang! *dibuang ke selat Jepang*

    bagussss d^^b sweet, but not too fluffy, pas d^^b alur ceritanya rapih, seperti biasa *lirik punya sendiri yang gak jelas alurnya xD*

    great! ^^~

    Like

    • tya_EunRim

      ehehehe xD saya nggak tiru2 atuh bu, ini emang jamannya cnblue trainee di jepang, jadi ya pake jepun dong xD #ngeles

      iyalah nggak fluffy, lah jonghyun aja karakternya gitu xDD saengkyu anyway :))

      nb: yang kau komentari pasti alur ceritaku ya xDD nyampe apal *lol

      Like

      • tya_EunRim

        emng sweet :3 tapi sweetnya nggak bikin mual xDD

        eiii, saya juga sering typo kok u,u barusan baca ulang dan ternyata ada beberapa typo u.u

        Like

      • kimsungrin

        ahahaha lah aku gatau -_-
        jiahahaha 😛 *mampus orang gila ketawa sendiri*
        ayolah mer bikin ff aku dan jonghyun ya ya yaaaaa atogak aku sama saeng juga gapapapa #halah hahaha xD

        Like

    • tya_EunRim

      kenapa yonghwa dibawa2 dimari -____-” toh dia cuma tokoh numpang lewat xDD
      besok deh kalo ada FF cast yonghwa, kau kumasukin jadi cast *kalo inget juga* 😛

      Like

      • Tapi kalo tanpa yonghwa si jonghyun ga maji maju dong :p brarti yonghwa tokoh kunci (?) xD
        Yah kalo kau mau masukin aku ke ff, jangan ama yonghwa, ama minyuk aja *loh xDD

        Like

      • tya_EunRim

        tokoh kunci?? kagaaaak~ tokoh kuncinya itu author xD kan yang bikin mereka jadian saya 😛

        tadi minta yonghwa, sekarang minhyuk~ lama2 kubuat sama jungshin nih -__-“

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s